Shell Diam-Diam Masih Lanjutkan Pembelian Minyak dari Rusia
Menteri Luar Negeri Ukraina menuduh perusahaan minyak raksasa dunia, Shell diam-diam masih membeli minyak dari Rusia yang bertentangan dengan sanksi Barat terhadap Moskow.
Daily Mail melaporkan, Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmitry Kolba di akun Twitternya hari Sabtu (5/3/2022) mengkritik langkah perusahaan energi dunia, Shell yang masih melanjutkan pembelian minyak dari Rusia, dengan mengatakan, "Saya diberitahu bahwa Shell masih membeli minyak secara terpisah dari Rusia pada hari Jumat. Pertanyaan saya untuk Shell, tidakkah minyak Rusia berbau darah Ukraina bagi Anda?".
Menteri luar negeri Ukraina kemudian menekankan perlunya perusahaan multinasional ini memutuskan hubungan dengan Rusia di seluruh dunia.
Kritik Pejabat tinggi Ukraina ini mengemuka setelah juru bicara Shell dalam sebuah pernyataan mengonfirmasikan pembelian minyak mentah dari Rusia pada hari Jumat.
Shell dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa mereka mengkhawatirkan perang di Ukraina dan telah menghentikan sebagian besar kegiatan terkait minyak Rusia, dan berdalih situasi pasokan sangat rumit.
Shell juga menegaskan bahwa mereka akan menjual 27,5 persen saham di pabrik gas alam cair Rusia, 50 persen saham di proyek ladang minyak Siberia dan usaha patungan untuk energinya.
Bentrokan berlanjut di Kiev dan kota-kota Ukraina lainnya, dan dua putaran pembicaraan damai di Belarus sejauh ini belum membuahkan hasil signifikan.(PH)