Pemimpin Korut Tekankan Pengembangan Nuklir
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un menegaskan kembali tekadnya untuk pengembangan program nuklir.
Kantor berita Yonhap melaporkan, Senin (13/6/2016), Kim dalam pidatonya di Universitas Pertahanan Nasional Korut, mengatakan bahwa ia berkomitmen untuk melanjutkan program nuklir dan mengembangkannya secara serius.
"Tugas universitas adalah untuk mendidik orang-orang yang berbakat dalam upaya untuk lebih mengkonsolidasikan status negara sebagai kekuatan nuklir di Timur," tegasnya.
Sementara itu, Presiden Korea Selatan Park Geun-hye pada hari Senin, mendesak dukungan parlemen untuk menekan Korea Utara agar meninggalkan program nuklirnya.
"Program nuklir Pyongyang menimbulkan rintangan 'fundamental' untuk meningkatkan hubungan lintas perbatasan," ujarnya.
Park juga mengkritik tawaran terbaru Pyongyang untuk dialog dan menilainya sebagai taktik penipu. "Membuat tawaran dialog tanpa langkah denuklirisasi hanya penipuan yang dimaksudkan untuk mengubah situasi (di mana mereka ditekan di bawah sanksi)," tegas Park dalam sambutannya di parlemen.
Ia menegaskan bahwa pemerintah akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menjaga terhadap ancaman nuklir dan rudal Korut.
Uji coba rudal dan nuklir oleh Korut serta latihan militer bersama Korsel dan Amerika Serikat di Semenanjung Korea telah meningkatkan ketegangan di kawasan.
Korut telah melakukan uji coba nuklir keempat mereka pada 6 Januari lalu dan pada Februari juga menembakkan sebuah roket untuk mengirim satelit. Dewan Keamanan PBB pada Maret lalu, meloloskan sebuah resolusi yang mencakup serangkaian sanksi baru terhadap Korut. (RM)