PM Inggris: Barat Kecanduan Energi Rusia
Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson meminta para pemimpin Eropa untuk menghentikan kecanduan mereka pada minyak dan gas Rusia, dan mendapatkan kembali kendali atas sumber daya energi mereka.
IRNA hari Selasa (15/3/2022), Perdana Menteri Inggris Boris Johnson meminta para pemimpin Eropa untuk melepaskan ketergantungan mereka pada energi Rusia, yang diharapkan untuk melakukan perjalanan ke Arab Saudi segera, dan membujuk para pemimpin Riyadh untuk meningkatkan produksi minyaknya.
Dalam sebuah artikel untuk Daily Telegraph, Johnson menulis bahwa Barat tidak dapat melanjutkan kondisi seperti ini dan terus bergantung secara ekonomi pada sumber daya Rusia setelah invasi Moskow ke Ukraina.
Dalam artikelnya, Perdana Menteri Inggris mengakui setelah aneksasi Krimea oleh Rusia pada tahun 2014, negara-negara Barat, dengan kesalahan besar yang mereka buat, berpikir bahwa hubungan normal dengan Rusia dapat dilanjutkan.
Johnson telah berjanji bahwa pemerintahannya akan segera mengumumkan strategi keamanan energi baru pada akhir bulan ini.
Baru-baru ini, harga minyak mencapai level tertinggi dalam 14 tahun terakhir, sehingga harga satu barel minyak Brent diperdagangkan pada kisaran $ 140. Selain itu, kenaikan harga minyak di pasar dunia yang mencapai dari 60 persen mengerek lonjakan harga barang-barang lainnya.
Perkiraan menunjukkan bahwa Arab Saudi memiliki kapasitas surplus sekitar dua juta barel per hari, dan negara-negara Barat berniat menggunakannya sebagai senjata dalam perang ekonomi dengan Rusia.
Kunjungan Johnson ke Arab Saudi terjadi ketika negara itu baru-baru ini mengeksekusi 81 orang atas tuduhan kegiatan teroris dan kejahatan lainnya, termasuk memiliki keyakinan menyimpang dalam eksekusi massal terbesar selema beberapa dekade.(PH)