Hadapi Hegemoni Dolar, Rusia Usulkan Sistem Keuangan Terintegrasi BRICS
Menteri Keuangan Rusia menyerukan pembentukan sistem keuangan terintegrasi di antara anggota kelompok BRICS.
Menteri keuangan Rusia, Anton Siluanov hari Sabtu (9/4/2022) mengatakan bahwa ekonomi global tegang karena sanksi dan kemungkinan pertukaran mata uang berbasis dolar akan hilang.
"Dalam situasi saat ini, negara-negara anggota BRICS tidak punya pilihan selain menciptakan sistem keuangan terintegrasi," ujar Siluanov.
Menteri keuangan Rusia juga mendesak anggota kelompok untuk menggunakan sistem mata uang terintegrasi dalam impor dan ekspor mereka.
Setelah Rusia melancarkan operasi militer ke Ukraina, negara-negara Barat memberlakukan sanksi keuangan terhadap Moskow dan melarang banyak lembaga keuangan Rusia melakukan transaksi valuta asing dan memutus hubungan dengan sistem keuangan global.
Saat ini, setidaknya tujuh bank besar Rusia telah kehilangan akses ke jaringan keuangan SWIFT.
Swift adalah sistem pesan keuangan yang menghubungkan bank dan lembaga keuangan lainnya di seluruh dunia untuk bertukar informasi tentang transaksi keuangan di antara mereka dengan cara yang aman.
Amerika Serikat dan sekutunya mengancam akan memutus secara total akses Rusia ke sistem SWIFT.
Grup BRICS terdiri dari Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan.(PH)