Taliban Larang Perempuan Mengemudi
Pejabat pemerintah Taliban di provinsi Herat Afghanistan mengeluarkan larangan kepada kursus mengemudi agar tidak menerima perempuan, dan menolak untuk mengeluarkan surat izin mengemudi bagi perempuan.
Jan Agha Ashkazai, Kepala Transportasi Perkotaan Herat, yang mengawasi kursus mengemudi hari Selasa (3/5/2022) mengatakan, "Kami secara lisan diberitahu untuk tidak lagi mengeluarkan surat izin mengemudi kepada perempuan, tetapi instruksi tertulis untuk melarang perempuan mengemudi tidak ada,".
Taliban sebagian besar menolak untuk mengeluarkan perintah nasional tertulis, dan melimpahkan masalah pada otoritas lokal untuk bertanggung jawab mengeluarkan perintah tersebut secara tertulis dan terkadang secara lisan.
"Taliban ingin memastikan generasi berikutnya tidak akan memiliki kesempatan yang sama seperti ibu mereka," kata Adila Adel, 29, seorang instruktur kursus mengemudi.
"Mereka menyuruh kami untuk tidak belajar mengemudi," tegasnya.
Taliban, yang menguasai Afghanistan sejak Agustus tahun lalu berjanji untuk lebih fleksibel dalam masalah hak asasi manusia dibandingkan sejak berkuasa pada tahun 1996-1996.
Tapi faktanya janji tersebut belum diwujudkan, khususnya terhadap perempuan Afghanistan. Hingga kini mereka dibatasi dan dilarang kembali ke sekolah, atau bekerja di banyak pekerjaan pemerintah.(PH)