Blinken Klaim AS Siap Kembali ke JCPOA
https://parstoday.ir/id/news/world-i126480-blinken_klaim_as_siap_kembali_ke_jcpoa
Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken mengklaim bahwa Washington masih siap untuk mengambil langkah maju kembali ke JCPOA.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Aug 02, 2022 08:32 Asia/Jakarta
  • Blinken Klaim AS Siap Kembali ke JCPOA

Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken mengklaim bahwa Washington masih siap untuk mengambil langkah maju kembali ke JCPOA.

Perundingan untuk mencabut sanksi Iran di Wina telah terputus sejak beberapa bulan lalu. Sejak awal negosiasi ini, alih-alih mengusulkan inisiatif praktis untuk kemajuan pembicaraan, pemerintah AS justru berulang kali mencoba menuduh berbagai pihak memperlambat proses negosiasi dan menciptakan hambatan dalam perjalanannya.

Pada tahun 2015, Republik Islam Iran mencapai kesepakatan dengan negara-negara yang dikenal sebagai kelompok 5+1 untuk menyelesaikan ketegangan atas program nuklirnya. Meskipun Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengakui kepatuhan Iran terhadap semua kewajibannya di JCPOA, tapi pemerintah AS secara sepihak menarik diri dari perjanjian nuklir internasional itu.

Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken yang melakukan perjalanan ke New York untuk berpartisipasi dalam Konferensi Peninjauan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) ke-10, hari Senin (1/8/2022) mengklaim bahwa kembali ke JCPOA adalah cara terbaik ke depan untuk membatasi nuklir Iran, dan mencegah terjadinya krisis.

"Uni Eropa telah mengajukan proposal terbaik berdasarkan negosiasi beberapa bulan. Tetapi kita harus melihat apakah Iran siap untuk maju atau tidak," ujar Blinken.

Blinken juga mengklaim tanpa menyebutkan kebijakan standar ganda diplomasi dan tekanan pemerintahan Biden terhadap Tehran, dengan menyebut langkah kembali ke JCPOA masih merupakan hasil terbaik bagi Amerika, Iran, dan dunia.

Sebagai negara yang bertanggung jawab, Republik Islam Iran telah berkali-kali menyatakan bahwa Amerika Serikat adalah pihak yang melanggar perjanjian, maka Washington harus kembali ke perjanjian dengan mencabut sanksi, dan Tehran harus memverifikasi implementasinya.(PH)