Menlu Iran: Pengulangan Pengalaman Gagal Tidak akan Membawa Hasil bagi AS
-
Menteri Luar Negeri Iran Sayid Abbas Araghchi
Pars Today - Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran menilai kebungkaman Badan Energi Atom Internasional (IAEA) terhadap serangan AS dan Israel terhadap fasilitas nuklir damai Iran sebagai kegagalan serius lembaga ini.
Dalam wawancara eksklusif dengan jaringan Russia Today yang dipublikasikan pada hari Minggu (21/12/2025), seraya menyinggung pembicaraan tidak langsung antara Iran dan AS Menteri Luar Negeri Iran Sayid Abbas Araghchi mengatakan, “Selama pembicaraan dengan utusan khusus presiden AS, lima putaran negosiasi telah diadakan dan bahkan putaran keenam dijadwalkan, tetapi sebelum itu, Israel menyerang Iran dan Amerika Serikat juga ikut serta.”
Araghchi menganggap tindakan ini sebagai pengalaman pahit dan menambahkan, “Penarikan AS dari perjanjian JCPOA tanpa alasan yang sah adalah contoh lain dari perilaku Washington yang tidak dapat diandalkan.”
Menlu Araghchi menekankan, “Iran siap untuk perjanjian yang adil dan seimbang, tetapi tidak menerima dikte dan tekanan.”
“Jika AS memasuki negosiasi dengan pendekatan yang didasarkan pada rasa hormat dan kepentingan bersama, Iran akan mempertimbangkannya, tetapi pengalaman masa lalu telah menunjukkan bahwa tekanan dan ancaman tidak membuahkan hasil,” ujarnya.
Menteri Luar Negeri Iran juga menyatakan mengenai serangan AS terhadap fasilitas nuklir Natanz dan Fordow, “Serangan-serangan ini menyebabkan kerusakan serius, tetapi teknologi dan tekad bangsa Iran tetap utuh.”
“Iran memiliki hak yang sah untuk menggunakan teknologi nuklir secara damai dan tidak akan melepaskan hak ini,” imbuh Menlu Iran.
Araghchi menekankan, Para ilmuwan dan rakyat Iran telah berkorban untuk mencapai teknologi ini, dan program nuklir Iran selalu dan akan tetap damai.
Merujuk pada pengalaman sukses perjanjian tahun 2015, ia mengatakan, “Pada saat itu, Iran membangun kepercayaan sebagai imbalan atas pencabutan sanksi, dan hasilnya adalah perjanjian yang dirayakan dunia sebagai pencapaian diplomasi.”
Menteri Luar Negeri Iran kemudian menjelaskan, “Sebaliknya, pengalaman operasi militer AS dan Israel adalah kegagalan dan gagal mencapai tujuannya. Oleh karena itu, ada dua jalan di depan bagi AS, entah melanjutkan tekanan dan gagal, atau kembali ke diplomasi dan kesepakatan yang adil.”
Araghchi juga menganggap kehadiran militer AS di kawasan sebagai faktor utama ketidakstabilan dan mengatakan, “Kehadiran ini telah meningkatkan level ketegangan, meningkatkan ketidakpercayaan terhadap AS, dan membuat kawasan lebih tidak aman.”
Menteri Luar Negeri Iran menekankan, Iran siap membela diri dan pengulangan pengalaman masa lalu yang gagal tidak akan memberikan hasil apa pun bagi AS.”(sl)