Turki Justifikasi Normalisasi Hubungan dengan Israel
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, menjustifikasi masalah normalisasi hubungan negaranya dengan Israel.
Cavusoglu pada acara buka puasa bersama di kota resor Antalya, Ahad (26/6/2016) malam, mengatakan meskipun adanya normalisasi hubungan Turki dengan Israel, namun Ankara tidak mengesampingkan dua tuntutannya yaitu, pembayaran kompensasi untuk keluarga korban kapal Mavi Marmara dan pencabutan blokade Jalur Gaza. Demikian dikutip laman berita ISNA.
Normalisasi hubungan dengan Israel, ujarnya, tidak berarti Turki akan berdiam diri ketika saudara-saudara Palestina kita dirugikan.
Cavusoglu mengklaim bahwa Turki akan terus memberikan bantuan kemanusiaan dan pembangunan untuk Palestina.
Sementara itu, seorang pejabat Tel Aviv kepada rombongan wartawan Israel yang menyertai kunjungan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu ke Roma, mengatakan Israel dan Turki telah mencapai kesepakatan normalisasi hubungan pada hari Ahad.
"Kedua delegasi Turki dan Israel menandatangani kesepakatan di ibukota Italia," tambahnya.
Pengumuman resmi normalisasi hubungan rencananya akan dilakukan hari ini (Senin,27/6/2016). Hal ini terjadi setelah perundingan tiga tahun dengan dukungan Amerika Serikat untuk mengakhiri krisis dalam hubungan Turki-Israel.
Pada tahun 2010, enam kapal sipil dalam armada bantuan kemanusiaan Gaza diserang di perairan internasional oleh pasukan Zionis. Insiden ini memperburuk hubungan antara Ankara dan Tel Aviv. (RM)