Turki Mulai Garap Proyek Pusat Gas Rusia
Pemerintah Turki mengumumkan kesiapannya untuk memediasi krisis energi Eropa, dengan mengumumkan dimulainya pengerjaan proyek yang diusulkan oleh Rusia untuk membuat pusat gas di wilayah tersebut.
Krisis energi di Eropa dan Amerika serta kenaikan harga minyak dan gas di wilayah ini terjadi setelah pengenaan sanksi ekstensif terhadap Rusia dengan dalih operasi militer khusus di wilayah Donbass, dan meletusnya perang dengan Ukraina.
Moskow menanggapi sanksi sepihak Barat dengan memotong ekspor gas ke sejumlah negara Eropa, dan menuntut pembayaran biaya impor energi dari Rusia dengan mata uang rubel.
Vladimir Putin, presiden Rusia baru-baru ini mengusulkan pembentukan pusat gas terbesar Eropa di Turki.
Menurut Putin, ketika tidak mungkin lagi mentransfer volume gas melalui Nord Stream, maka pembentukan pusat gas di Turki dapat memfasilitasi pasokannya.
Fatih Donmez, Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Turki hari Selasa (3/1/2023) mengumumkan pengoperasian proyek hub gas di kawasan Asia Barat yang telah dimulai atas inisitif Rusia.
"Persiapan awal pengerjaan proyek pusat gas memakan waktu satu tahun," ujar Donmez.
Ia juga mengumumkan kesiapan negaranya untuk menengahi penyelesaian krisis energi Eropa setelah pengenaan sanksi terhadap minyak dan gas Rusia.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengumumkan bahwa Presiden Rusia menawarkan kepada Ankara kemungkinan mengekspor gas melalui Turki dan mengatakan bahwa mereka berusaha mengurangi tekanan di benua ini dengan membantu mengekspor gas ke Eropa.(PH)