Perancis Tidak Akan Perpanjang Kondisi Darurat
https://parstoday.ir/id/news/world-i14635-perancis_tidak_akan_perpanjang_kondisi_darurat
Presiden Perancis, Francois Hollande, mengatakan pemerintah tidak akan memperpanjang kondisi darurat yang diberlakukan pasca serangan teror berdarah pada November lalu oleh kelompok teroris Takfiri Daesh di dan sekitar ibukota, Paris.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jul 15, 2016 01:32 Asia/Jakarta
  • Francois Hollande
    Francois Hollande

Presiden Perancis, Francois Hollande, mengatakan pemerintah tidak akan memperpanjang kondisi darurat yang diberlakukan pasca serangan teror berdarah pada November lalu oleh kelompok teroris Takfiri Daesh di dan sekitar ibukota, Paris.

Hollande kepada wartawan dalam wawancara pada peringatan Bastille Day yang dirayakan setiap tahun pada tanggal 14 Juli, mengatakan pemerintah tidak akan memperpanjang kondisi darurat setelah 26 Juli.

"Kita tidak bisa memperpanjang kondisi darurat tanpa batas waktu, itu akan tidak masuk akal. Itu berarti kita tidak lagi menjadi republik dengan aturan hukum yang diterapkan di segala situasi," kata Hollande.

Kondisi darurat diberlakukan pasca serangan teror yang terjadi di enam lokasi berbeda di dalam dan sekitar Paris pada 13 November 2015. Serangan teroris, yang diklaim oleh kelompok teroris Takfiri Daesh itu menewaskan 130 orang dan melukai lebih dari 350 lainnya.

Pada tanggal 22 Januari, Perdana Menteri Perancis Manuel Valls dalam sebuah wawancara mengatakan bahwa Perancis akan berusaha untuk mempertahankan kondisi darurat hingga akhir apa yang disebutnya dengan "perang dunia" melawan teroris Daesh.

Langkah-langkah luar biasa diterapkan di bawah kondisi darurat memberikan wewenang kepada polisi Perancis untuk menggeledah rumah tanpa persetujuan pengadilan dan memblokir situs-situs yang mencurigakan.(MZ)