PM Perancis Minta Warga Belajar Hidup dengan Ancaman
https://parstoday.ir/id/news/world-i15091-pm_perancis_minta_warga_belajar_hidup_dengan_ancaman
Perdana Menteri Perancis, Manuel Valls, mengimbau masyarakat untuk "belajar untuk hidup dengan ancaman" pasca serangan teror berdarah pekan lalu di Nice.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jul 20, 2016 07:20 Asia/Jakarta
  • Manuel Valls
    Manuel Valls

Perdana Menteri Perancis, Manuel Valls, mengimbau masyarakat untuk "belajar untuk hidup dengan ancaman" pasca serangan teror berdarah pekan lalu di Nice.

"Bahkan jika ungkapan ini sulit untuk dikatakan, ini adalah tugas saya untuk melakukannya: Akan ada serangan lain dan akan ada orang yang tidak bersalah lain yang tewas," kata Valls mereaksi perdebatan parlemen untuk memperpanjang kondisi darurat, pada Selasa (19/7).

 

"Kita tidak harus menjadi terbiasa, tapi belajar untuk hidup dengan ancaman ini," tambahnya.

 

Sebelumnya, Presiden Perancis, Francois Hollande, mengumumkan kesiapannya untuk memperpanjang kondisi darurat selama enam bulan.

 

Dia juga menyeru negara-negara Eropa untuk menjadikan pertahanan sebagai prioritas mutlak mereka.

 

Pada Kamis malam, seorang laki-laki membajak truk yang ditabrakkannya ke arah kerumunan warga yang memperingati Bastille Day di Nice. Aksi tersebut menewaskan 84 orang dan melukai 200 lainnya.

 

Pelaku adalah warga Perancis keturunan Tunisia bernama Mohamed Lahouaiej-Bouhlel berusia 31 tahun, tewas ditembak mati oleh polisi.

 

Kelompok teroris Takfiri Daesh mengklaim bertanggung jawab atas serangan di Nice. Namun jaksa Paris, Francois Molins mengatakan bahwa tidak ada bukti langsung yang mengaitkan penyerang dengan Daesh.

 

Perancis telah dalam kondisi darurat sejak November lalu, ketika para teroris menyerang sedikitnya enam tempat yang berbeda di dalam dan sekitar ibukota, Paris, menewaskan 130 orang dan melukai lebih dari 350 lainnya. Daesh mengaku bertanggung jawab atas serangan menggemparkan di Paris itu. (MZ)