Turki Memulai Penyelidikan Terkait Kudeta Militer
Deputi Perdana Menteri Turki mengungkap dimensi luas penyelidikan tentang kudeta militer gagal di negara itu.
Kantor berita Anadolu (28/7) melaporkan, Numan Kurtulmus, Deputi PM Turki mengatakan, penyelidikan soal kudeta militer gagal di Turki sudah dimulai dan memiliki banyak dimensi, serta hanya satu dimensi yang terkait dengan Angkatan Bersenjata.
Deputi PM Turki kembali menekankan keterlibatan Fethullah Gulen, Pemimpin gerakan Hizmet dalam kudeta militer dan mengatakan, penyelidikan luas tentang masalah ini sudah dimulai.
Kurtulmus menerangkan, dalam kudeta gagal yang dirancang oleh gerakan Gulen, sejumlah personil militer, non-militer dan beberapa pegawai Kementerian Kehakiman Turki, ikut terlibat. Hingga kini, katanya, dimensi-dimensi kudeta militer tersebut masih belum jelas.
Menurutnya, sebagian kelompok di luar negeri juga memberi dukungan kepada para pengkudeta.
"Dalam penyelidikan yang dilakukan terkait dengan kudeta militer gagal di Turki, masalah-masalah seperti kesetiaan pada negara, kelayakan dan kapabilitas individu menjadi perhatian," ujarnya.
Ban Ki-moon, Sekjen PBB, Rabu (27/7) dalam kontak telepon dengan Mevlut Cavusoglu, Menlu Turki, mengumumkan dukungan PBB atas penyelidikan terkait kudeta gagal di negara itu. Di saat yang sama, Ban Ki-moon juga meminta Ankara untuk menjaga komitmen internasionalnya.
Pekan lalu, John Dalhuisen, Direktur urusan Eropa dan Asia Tengah, Amnesti Internasional mengatakan, menyusul reaksi atas kudeta yang gagal di Turki, hak asasi manusia di negara itu terancam bahaya.
Hingga sekarang, hampir 60 ribu pegawai pemerintah Turki di berbagai instansi, dipecat dan sekitar 10 ribu orang ditangkap. (HS)