Menyesalkan Kepergian Rusia, Kritik terhadap Kehadiran Iran, Mengapa G7 Kehilangan Kredibilitasnya?
https://parstoday.ir/id/news/world-i171568-menyesalkan_kepergian_rusia_kritik_terhadap_kehadiran_iran_mengapa_g7_kehilangan_kredibilitasnya
Presiden AS menyebut pengusiran Rusia dari Kelompok Tujuh (G7) sebagai kesalahan.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Feb 16, 2025 12:26 Asia/Jakarta
  • Menyesalkan Kepergian Rusia, Kritik terhadap Kehadiran Iran, Mengapa G7 Kehilangan Kredibilitasnya?

Presiden AS menyebut pengusiran Rusia dari Kelompok Tujuh (G7) sebagai kesalahan.

Presiden AS, Donald Trump menyinggung pembicaraannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dengan mengatakan, "Saya percaya pada Putin dan dia menginginkan perdamaian".

Menurut Pars Today, Trump mengakui bahwa mengeluarkan Rusia dari Kelompok Tujuh merupakan kesalahan dan menyatakan harapan bahwa Rusia akan kembali ke Kelompok Tujuh.

Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat saat ini merupakan anggota Kelompok Tujuh (G7), yang sebelumnya dikenal sebagai Kelompok Delapan (G8) hingga Rusia dikeluarkan darinya pada tahun 2014.

Apakah Kremlin lebih menyukai G20 daripada G7?

Dalam konteks ini, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa Rusia lebih tertarik bekerja sama di G20, karena G7 telah kehilangan kepemimpinan ekonominya.

Peskov menekankan, "Pusat-pusat pertumbuhan ekonomi telah berpindah ke wilayah lain di dunia".

Perlu dicatat bahwa Argentina, Australia, Brasil, Kanada, Cina, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Korea Selatan, Turki, Inggris, Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Uni Afrika adalah anggota kelompok G20.

Isu Iran, akankah Kelompok Tujuh meneruskan kesalahannya?

Negara-negara G7, yang telah kehilangan pengaruhnya karena perkembangan global, mengeluarkan pernyataan anti-Iran setelah mengadakan pertemuan informal di sela-sela Konferensi Keamanan Munich, yang mengkritik pengaruh politik Iran di Asia Barat.

Negara-negara anggota G7 mengkritik pengaruh politik Iran sementara Tehran selalu mengadopsi kebijakan bertetangga dan telah berulang kali mengirimkan surat kepada Dewan Keamanan dan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, menyerukan penyelesaian masalah regional Asia Barat tanpa kehadiran negara-negara di luar kawasan.

Sehubungan dengan hal tersebut, Perutusan Tetap Republik Islam Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mengirimkan surat kepada Dewan Keamanan dan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menyatakan,"Posisi Republik Islam Iran dalam krisis Yaman selalu bersatu dan stabil.Krisis ini harus diselesaikan melalui proses politik komprehensif yang menjamin kemerdekaan, kedaulatan nasional, persatuan, dan integritas teritorial negara ini”.(PH)