Tentara-tentara Turki yang Lari Diduga akan Menyerang Balik
Deputi Perdana Menteri Turki memperingatkan kemungkinan serangan para tentara negara itu yang sebelumnya dilaporkan melarikan diri.
Kantor berita Anadolu, Turki, Rabu (10/8) melaporkan, Numan Kurtulmus, Deputi PM Turki mengumumkan, tentara-tentara yang melarikan diri pasca kudeta militer gagal 15 Juli lalu, mungkin saja akan melancarkan serangan-serangan terarah atau teror.
Deputi PM Turki mengatakan, kemungkinan dilakukannya aksi-aksi sabotase oleh para tentara Turki yang melarikan diri, tetap terbuka.
"Serangan-serangan cyber dapat menjadi salah satu metode yang digunakan mereka," ujarnya.
Kurtulmus juga memperingatkan, Turki tidak dapat mengesampingkan seluruh ancaman potensial yang mungkin terjadi di masa depan.
Baru-baru ini, Deputi PM Turki itu mengatakan, 216 personil militer yang melarikan diri, termasuk sembilan jenderal sampai sekarang masih dalam pengejaran pemerintah Ankara.
Turki pada 15 Juli lalu menyaksikan terjadinya aksi kudeta militer untuk menggulingkan Presiden Recep Tayyip Erdogan, namun gagal. (HS)