Analis Amerika: Iran Buka Pintu Diplomasi dengan Kekuatan
https://parstoday.ir/id/news/world-i176308-analis_amerika_iran_buka_pintu_diplomasi_dengan_kekuatan
Giorgio Cafiero, analis masalah Asia Barat (Timur Tengah) menyatakan bahwa dalam perang 12 hari, perangkat diplomasi Iran mampu menciptakan keseimbangan yang tepat antara keteguhan dan interaksi.
(last modified 2025-08-27T23:50:07+00:00 )
Aug 28, 2025 06:39 Asia/Jakarta
  • Analis Amerika: Iran Buka Pintu Diplomasi dengan Kekuatan

Giorgio Cafiero, analis masalah Asia Barat (Timur Tengah) menyatakan bahwa dalam perang 12 hari, perangkat diplomasi Iran mampu menciptakan keseimbangan yang tepat antara keteguhan dan interaksi.

Tehran, Pars Today- analis politik Timur Tengah ini menegaskan bahwa pendekatan Iran saat ini didasarkan pada kesabaran strategis, menjaga martabat nasional, serta keteguhan dalam menghadapi tekanan luar negeri.

Giorgio Cafiero, Direktur Eksekutif Gulf State Analytics dalam wawancara khusus dengan IRNA di New York mengungkapkan,"Tehran di satu sisi secara jelas menegaskan bahwa di bawah tekanan atau ancaman, Iran tidak akan bersedia bernegosiasi dan dialog harus didasarkan pada rasa saling menghormati dan kesetaraan kedaulatan, bukan paksaan atau ancaman."

"Di sisi lain, keberlanjutan partisipasi Iran dalam pertemuan-pertemuan diplomatik penting termasuk dengan tiga negara Eropa (Inggris, Prancis, dan Jerman) serta Dewan Menteri Luar Negeri Organisasi Kerja Sama Islam menunjukkan komitmen Iran terhadap dialog dan multilateralisme," tegasnya.

Analis Amerika ini menjelaskan,"Perjalanan darat Menteri Luar Negeri Iran ke Turki, pada saat negara itu menghadapi ancaman eksternal, merupakan simbol kehendak dan kebijaksanaan Iran serta mengirimkan pesan jelas: bahkan dalam kondisi tersulit sekalipun, Iran tetap menjaga hubungan dengan para aktor regional dan internasional."

Cafiero melanjutkan, "secara keseluruhan, Republik Islam Iran berhasil menunjukkan bahwa pintu diplomasi tetap terbuka, tetapi bukan dari posisi kelemahan. Pendekatan Iran saat ini didasarkan pada kesabaran strategis, menjaga martabat nasional, serta keteguhan dalam menghadapi tekanan asing."

Giorgio Cafiero menekankan bahwa kebijakan luar negeri Republik Islam Iran berfokus pada dua tujuan utama. Pertama, meningkatkan daya tangkal terhadap ancaman yang timbul dari aliansi Amerika Serikat dan Israel dengan tujuan jelas mencegah agresi militer. Untuk mencapai tujuan ini, Iran meningkatkan kesiapan militernya dan sekaligus mengirimkan peringatan agar biaya tindakan semacam itu bagi musuh semakin tinggi.

Ia menambahkan, tujuan kedua adalah memperkuat dan memperkokoh ekonomi negara (resiliensi ekonomi) dalam menghadapi sanksi Barat yang terus-menerus. Ini mencakup pendalaman hubungan dengan negara-negara kawasan dan kekuatan non-Barat khususnya Tiongkok serta mendukung produksi dalam negeri agar ketergantungan pada luar negeri semakin berkurang.

Analis politik Amerika ini menegaskan bahwa rangkaian tindakan tersebut mencerminkan visi strategis yang lebih luas, dirancang untuk melindungi kedaulatan dan stabilitas Iran dalam kondisi internasional yang kompleks serta dalam konteks ketegangan geopolitik dan tekanan ekonomi yang berat.

Giorgio Cafiero juga menyoroti pentingnya kehadiran Iran dalam organisasi dan perhimpunan regional serta internasional. Ia mengatakan: partisipasi aktif Iran dalam organisasi non-Barat seperti Shanghai Cooperation Organization (SCO) dan BRICS Plus memperdalam dimensi strategis Iran serta memperkuat kedaulatannya dengan menunjukkan bahwa Tehran memiliki opsi-opsi sah di luar kerangka Barat.

Hal ini, pada gilirannya, dengan memperluas kerja sama internasional Iran dan mengurangi kerentanannya terhadap tekanan Amerika Serikat dan Israel, berkontribusi pada ketahanan ekonomi dan keamanan nasional negara tersebut.(PH)