Desakan Eropa kepada Rusia dan Ukraina
https://parstoday.ir/id/news/world-i18052-desakan_eropa_kepada_rusia_dan_ukraina
Komite Politik dan Keamanan Uni Eropa mendesak Rusia dan Ukraina untuk menghindari tindakan dan retorika yang dapat meningkatkan konflik. Dalam sebuah statemen pada Rabu (17/8/2016), para pemimpin Eropa menekankan bahwa satu-satunya solusi yang mungkin untuk memecahkan krisis dalam hubungan Moskow dan Kiev adalah penyelesaian politik.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Aug 18, 2016 10:26 Asia/Jakarta
  • Desakan Eropa kepada Rusia dan Ukraina

Komite Politik dan Keamanan Uni Eropa mendesak Rusia dan Ukraina untuk menghindari tindakan dan retorika yang dapat meningkatkan konflik. Dalam sebuah statemen pada Rabu (17/8/2016), para pemimpin Eropa menekankan bahwa satu-satunya solusi yang mungkin untuk memecahkan krisis dalam hubungan Moskow dan Kiev adalah penyelesaian politik.

Komite Politik dan Keamanan Uni Eropa juga kembali mendesak semua pihak yang bertikai di Ukraina Timur untuk mengimplementasikan perjanjian Minsk dan memenuhi komitmen mereka.

Selain itu, Komite menyatakan dukungan penuh atas upaya diplomatik dari grup Normandy yang terdiri dari Rusia, Jerman, Perancis, dan Ukraina.

Moskow dan Kiev terlibat ketegangan serius dalam satu pekan terakhir setelah Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) menggagalkan aksi sabotase di Krimea, yang diduga diperintahkan oleh Departemen Pertahanan Ukraina. Aksi itu menewaskan dua prajurit Rusia. Menurut keterangan FSB, upaya teror dirancang untuk menargetkan infrastruktur vital dan fasilitas penting di Krimea.

Para pejabat kedua negara terlibat perang verbal dan bahkan mereka berbicara tentang pemutusan hubungan diplomatik Rusia-Ukraina. Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev memperingatkan bahwa Moskow tidak ingin memutuskan hubungan diplomatik dengan Kiev, namun mungkin terpaksa harus mengambil langkah itu jika opsi lain tidak tersisa.

Transformasi ini memicu kekhawatiran serius Uni Eropa tentang penyebaran dampak-dampak pertikaian di antara mereka. Sumber tertentu bahkan berbicara seputar serangan potensial Rusia terhadap Ukraina, yang mengundang kekhawatiran serius banyak pihak.

Dalam hal ini, para pejabat Pentagon mengatakan delapan daerah di Rusia telah dideteksi di mana jumlah personel militer yang sedang bersiap untuk menyerang Ukraina terus bertambah. Pentagon mengklaim sekitar 40.000 tentara Rusia yang dilengkapi tank, kendaraan lapis baja, dan unit-unit angkatan udara telah disebarkan di perbatasan barat Rusia dengan Ukraina dan sejumlah besar tentara Rusia juga sedang bersiap untuk mengikuti latihan militer dalam beberapa hari ke depan. Menurut Pentagon, tindakan ini mungkin digunakan untuk menutupi serangan ke Ukraina.

Dikatakan bahwa tudingan Rusia terhadap Ukraina dalam upaya teror di Krimea, bisa menjadi alasan untuk menyerang negara tersebut.

Ketegangan saat ini benar-benar terbilang baru dan Presiden Vladimir Putin bahkan memperingatkan Ukraina telah memulai permainan yang berbahaya.

Putin menuding Ukraina menggunakan metode-metode teror untuk meluncurkan sebuah perang baru dan mendestabilisasi Krimea. Di lain pihak, pemerintah Kiev membantah tudingan Moskow dan menilainya sebagai alasan bagi Rusia untuk meningkatkan ancaman militer terhadap Ukraina.

Tindakan militer Rusia terhadap Ukraina tentu saja akan mengundang reaksi keras Barat dan memperlebar konflik antara Rusia dan Barat khususnya dengan Uni Eropa.

Selama ini Eropa lebih fokus ke Kiev dalam menyikapi konflik kedua pihak. Dalam hal ini, Ketua Komite Urusan Luar Negeri Parlemen Eropa, Elmar Brok menganggap Moskow bertanggung jawab atas situasi yang menyelimuti hubungan Rusia dan Ukraina. Ia menuduh Putin mencoba mengobarkan ketegangan di kawasan.

Meski demikian, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini sekali lagi menekankan dukungan blok ini kepada Ukraina dan mendesak kedua pihak untuk menahan diri dari segala bentuk tindakan, yang mendorong eskalasi ketegangan.

Saat ini tidak ada harapan untuk meredam ketegangan antara Moskow dan Kiev, dan Rusia tampaknya akan menggunakan berbagai sarana untuk menekan Ukraina. Sebab dalam pandangan Moskow, jika mereka berdiam diri atas langkah-langkah terbaru Ukraina di Krimea, maka upaya teror dan aksi sabotase di wilayah itu akan meluas di masa mendatang. (RM)