Perwira Angkatan Darat Inggris Menyerukan Penghentian Penjualan Senjata ke Israel
https://parstoday.ir/id/news/world-i182952-perwira_angkatan_darat_inggris_menyerukan_penghentian_penjualan_senjata_ke_israel
Pars Today - Para perwira Angkatan Darat Inggris yang telah pensiun menyerukan penghentian penjualan senjata kepada rezim Zionis.
(last modified 2025-12-25T06:51:29+00:00 )
Des 25, 2025 13:49 Asia/Jakarta
  • Militer Inggris
    Militer Inggris

Pars Today - Para perwira Angkatan Darat Inggris yang telah pensiun menyerukan penghentian penjualan senjata kepada rezim Zionis.

Empat perwira senior Angkatan Darat Inggris yang telah pensiun, yang menyatakan keprihatinan atas pembunuhan warga sipil yang terus berlanjut dan kehancuran yang meluas di Gaza, meminta pemerintah Perdana Menteri Keir Starmer untuk segera menghentikan penjualan senjata dan segala bentuk kerja sama dengan rezim Zionis serta menjauhkan London dari risiko keterlibatan dalam kejahatan perang.

Dalam surat kepada Perdana Menteri Inggris, keempat pensiunan tentara itu menekankan bahwa meskipun gencatan senjata di Gaza rapuh, "sekarang bukanlah waktu untuk kembali berbisnis seperti biasa dengan Israel" dan bahwa pemerintah harus memberlakukan embargo senjata penuh terhadap Tel Aviv.

Menurut laporan ini, para penandatangan surat itu mengatakan bahwa tidak ada perwira Angkatan Darat Israel yang boleh mengikuti kursus pelatihan militer Inggris dan, sebagai imbalannya, perjalanan para pejabat pertahanan negara itu ke Palestina yang diduduki harus dihentikan.

Akhirnya London Membebaskan Greta Thunberg

Greta Thunberg, seorang aktivis terkenal Swedia ditangkap selama demonstrasi di London untuk mendukung para demonstran Palestina dan kemudian dibebaskan. Kelompok pendukung tahanan Palestina X mengumumkan di media sosial bahwa Greta Thunberg telah dibebaskan dengan jaminan.

Dia ditangkap karena memegang plakat yang bertuliskan "Saya mendukung Kelompok Aksi Palestina. Saya menentang genosida".

Penghentian Sementara Aksi Mogok Makan Tahanan Pro-Palestina di Inggris

Dalam hal ini, dua pendukung Palestina di Inggris yang telah melakukan aksi mogok makan untuk memprotes kondisi penjara dan penahanan mereka tanpa pengadilan untuk sementara menghentikan aksi mogok makan mereka karena kondisi fisik yang memburuk dan tekanan dari keluarga dan dokter mereka.

Kelompok pendukung Tahanan Palestina di Inggris mengumumkan dalam sebuah pernyataan, bahwa dua tahanan yang telah menolak makan selama sekitar 50 hari sebagai protes terhadap ilegalisasi kelompok "Aksi Palestina" dan telah menderita cacat fisik yang parah, telah menghentikan mogok makan mereka.

Kedua pendukung Palestina itu menekankan, "Mereka akan melanjutkan mogok makan mereka di tahun baru, yang dimulai minggu depan."

Mantan diplomat Inggris: Tahun 2025 Hukum internasional Hancur Karena Politik

Dalam berita lain, Peter Ford, yang menjabat sebagai duta besar Inggris untuk Suriah dari tahun 2003 hingga 2006, menulis dalam catatan eksklusif untuk IRNA, "Melemahnya lembaga multilateral dan pengabaian aturan internasional di bawah bayang-bayang kebijakan unilateral pemerintahan Presiden AS Donald Trump semakin intensif sehingga hukum internasional hancur di bawah roda politik kekuasaan pada tahun 2025."

Peter Ford menambahkan, “Donald Trump telah menjadikan tahun 2025 lebih tentang dirinya daripada hal lain di tahun pertama masa jabatan keduanya. Tahun 2026 kemungkinan tidak akan jauh berbeda.”

Pabrik Helikopter Satu-Satunya di Inggris Terancam Tutup

Pabrik helikopter satu-satunya di Inggris berada di ambang penutupan, yang membahayakan 3.000 pekerjaan, menurut laporan di Inggris.

Tiga ribu pekerjaan terancam di satu-satunya pabrik helikopter yang tersisa di Inggris setelah penundaan pemberian kontrak militer penting senilai £1 miliar.

Perusahaan kedirgantaraan dan pertahanan Italia, Leonardo, mungkin terpaksa menutup pabriknya di barat daya negara itu setelah penundaan pemberian kontrak senilai £1 miliar dari Kementerian Pertahanan Inggris.

Perusahaan Italia ini mempekerjakan lebih dari 3.000 orang di Inggris dan produksinya secara tidak langsung mendukung 9.000 orang lainnya.

Resesi Membayangi Perekonomian Inggris

Dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi Inggris, bayangan resesi semakin mendekat. Menurut perkiraan terbaru, Kantor Statistik Nasional Inggris telah memangkas perkiraan pertumbuhan ekonominya untuk kuartal kedua tahun 2025 dari 0,3% menjadi 0,2%.

The Guardian menulis, Perekonomian Inggris telah melemah sejak awal tahun dan rakyat negara itu menjadi lebih miskin karena pendapatan riil rumah tangga per kapita, yang disesuaikan dengan inflasi, turun sebesar 0,8% pada kuartal ketiga tahun ini, setelah tetap tidak berubah pada kuartal kedua.

London Berhati-Hati dengan Sanksi AS terhadap Lima Warga Negara Eropa

Menanggapi keputusan kontroversial AS untuk memberlakukan pembatasan perjalanan terhadap lima tokoh Eropa, pemerintah Inggris tidak secara eksplisit mengutuk langkah itu, meskipun ada sejumlah reaksi keras di Eropa, dan mengambil sikap hati-hati, dengan mengatakan bahwa setiap negara berhak menetapkan aturan visanya sendiri.(sl)