Gencatan Senjata antara Pemerintah Filipina dan Komunis
https://parstoday.ir/id/news/world-i18376-gencatan_senjata_antara_pemerintah_filipina_dan_komunis
Manila menyatakan pemerintah Filipina menerima gencatan senjata dengan kelompok oposisi Komunis di negara ini.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Aug 21, 2016 13:59 Asia/Jakarta
  • Gencatan Senjata antara Pemerintah Filipina dan Komunis

Manila menyatakan pemerintah Filipina menerima gencatan senjata dengan kelompok oposisi Komunis di negara ini.

Sejak 21 Agustus dimulai gencatan senjata antara pemerintah Manila dan kubu komunis Filipina. Menengok sejarah, selain diktator Ferdinand Marcos, seluruh presiden Filipina mendukung perundingan gencatan senjata dengan kelompok oposisi bersenjata. Corazon Aquino, Joseph Estrada, Gloria Arroyo hingga Benigno Aquino mengayunkan langkahnya masing-masing untuk mewujudkan perdamaian di negaranya dengan kesediaan pemerintahannya duduk di meja perundingan dengan kelompok oposisi. Di bawah pemerintahan Benigno Aquino, Manila meretas jalan perundingan damai dengan Front Pembebasan Islam Moro (MILF). 

Kini, Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengikuti jejak pendahulunya dengan memberlakukan kembali gencatan senjata selama waktu yang belum ditentukan, setelah kelompok oposisi Komunis menyatakan gencatan senjata. Dilaporkan, kedua pihak bertekad melanjutkan  pembicaraan yang bertujuan untuk mengakhiri salah satu pemberontakan yang paling lama di Asia.

Penasehat pembicaraan perdamaian pemerintah Filipina, Jesus Dureza, Sabtu (20/8), mengatakan bahwa gencatan senjata sepihak yang diberlakukan kembali oleh Duterte berlaku hari Minggu, dan serentak dimulai dengan gencatan senjata selama seminggu, yang diberlakukan oleh kubu oposisi Komunis.

Langkah kedua pihak itu membentangkan jalan bagi pembicaraan empat hari di ibukota Norwegia, Oslo, mulai hari Senin yang akan membahas penyelesaian akar masalah perlawanan bersenjata, yang telah menewaskan lebih dari 150 ribu orang milisi dan sipil, yang merongrong pembangunan ekonomi Filipina.

“Gencatan senjata akan berlaku selama diperlukan untuk mewujudkan perdamaian negara, dan juga untuk memberi keadaan yang memungkinkan keberhasilan perundingan perdamaian,” kata Dureza dalam jumpa pers di bandara international Ninoy Aquino di Manila, sebelum ia dan tim perunding pemerintah terbang ke Oslo untuk menghadiri pembicaraan itu.

Militer Filipina mengatakan mereka mendukung langkah Duterte, dan mengutarakan harapan agar pemberontak membalas langkahnya dengan kesungguhan yang sama.

Perundingan antara pemerintah Filipina dan kelompok oposisi bersenjata yang dimediasi Norwegia bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya, digelar pembicaraan antara Manila dan Front Pembebasan Islam Moro (MILF) yang dimediasi oleh Malaysia.  

Tampaknya, tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara pemerintah Manila dan kelompok Komunis akan menguntungkan kedua pihak, sekaligus mendorong terwujudnya stabilitas permanen di wilayah Filipina. Kini, harapan itu ditambatkan kedua pihak dalam perundingan yang digelar di Oslo pada 22 hingga 27 Agustus 2016, demi mengakhiri pertumpahan darah di negara Asia Tenggara itu.(PH)