Mengapa Organisasi Kerja Sama Shanghai Menentang Intervensi Asing di Iran?
-
Nurlan Yermekbayev, Sekretaris Jenderal Organisasi Kerja Sama Shanghai
Pars Today – Organisasi Kerja Sama Shanghai mengumumkan penentangannya terhadap campur tangan asing di Iran.
Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) mengumumkan penentangannya terhadap campur tangan asing di Iran. Dalam hal ini, Sekretaris Jenderal Organisasi Kerja Sama Shanghai mengirimkan pesan kepada Menteri Luar Negeri Iran, yang menyatakan penentangannya terhadap campur tangan asing dalam urusan internal dan melemahkan persatuan dan solidaritas rakyat Iran.
Dalam pesan dari Nurlan Yermekbayev, Sekretaris Jenderal Organisasi Kerja Sama Shanghai, kepada Sayid Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran, ditekankan bahwa Organisasi Kerja Sama Shanghai selalu menekankan kepatuhannya pada prinsip-prinsip saling menghormati kedaulatan, kemerdekaan, dan integritas wilayah negara-negara anggota dan juga menentang setiap upaya oleh kekuatan asing untuk mencampuri urusan internal mereka dan melemahkan solidaritas dan persatuan Organisasi Kerja Sama Shanghai.
Dalam beberapa tahun terakhir, Organisasi Kerja Sama Shanghai secara terbuka menyatakan penentangannya terhadap campur tangan asing di Iran. Sikap ini berakar pada serangkaian faktor keamanan, geopolitik, hukum, dan ekonomi yang dapat dianalisis dalam kerangka tujuan luas organisasi tersebut.
Organisasi Shanghai, yang kini dianggap sebagai salah satu blok keamanan terpenting di Eurasia dan Asia, menekankan prinsip-prinsip seperti penghormatan terhadap kedaulatan nasional, non-intervensi dalam urusan internal negara, dan penanggulangan ancaman bersama. Oleh karena itu, penentangan terhadap campur tangan asing di Iran bukanlah posisi sektoral, melainkan bagian dari struktur intelektual dan keamanan organisasi ini.
Alasan pertama penentangan Shanghai terhadap campur tangan asing di Iran adalah kepatuhan organisasi ini terhadap prinsip-prinsip hukum internasional dan Piagam PBB. Misalnya, dalam pernyataan resmi organisasi ini tentang serangan militer terhadap Iran selama Perang 12 Hari rezim Zionis terhadap Iran, tindakan-tindakan ini digambarkan sebagai "pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan pelanggaran terhadap kedaulatan Iran".
Anggota SCO, terutama Tiongkok dan Rusia, selalu menekankan prinsip non-intervensi dan menganggap campur tangan asing sebagai ancaman terhadap stabilitas regional.
Alasan kedua adalah kekhawatiran keamanan. Iran adalah pemain kunci dalam keamanan regional Eurasia dan Asia Barat. Ketidakstabilan di Iran dapat memiliki konsekuensi yang luas bagi keamanan energi, pemberantasan terorisme, dan stabilitas perbatasan negara-negara anggota Shanghai.
Rusia, dalam dialog keamanannya dengan Iran, juga menganggap campur tangan asing sebagai ancaman terhadap keamanan regional dan mengutuknya. Dari perspektif anggota Shanghai, setiap ketidakstabilan di Iran dapat menciptakan gelombang ketidakamanan di kawasan tersebut dan mengganggu jalur energi.
Alasan ketiga adalah pentingnya geopolitik Iran untuk proyek-proyek regional utama. Iran adalah penghubung antara Eurasia Timur dan Barat dan memainkan peran penting dalam proyek transportasi, energi, dan perdagangan. Ketidakstabilan di Iran dapat mengganggu proyek-proyek seperti Koridor Utara-Selatan, Inisiatif Sabuk dan Jalan, dan kerja sama energi. Oleh karena itu, anggota Shanghai melihat stabilitas Iran sebagai bagian dari stabilitas strategis mereka.
Alasan keempat adalah untuk melawan unilateralisme dan intervensi Barat. Banyak anggota Shanghai, terutama Tiongkok dan Rusia, melihat campur tangan militer dan politik Barat di negara-negara merdeka sebagai ancaman terhadap tatanan multipolar. Menentang campur tangan di Iran sebenarnya merupakan bagian dari upaya organisasi ini untuk memperkuat tatanan multipolar dan mengurangi pengaruh unilateralis.
Alasan kelima adalah status Iran sebagai anggota penuh organisasi SCO. Sejak 2023, Iran secara resmi menjadi anggota Shanghai, dan keanggotaan ini telah meningkatkan tanggung jawab organisasi untuk mendukung keamanan dan kedaulatan Iran.
Mendukung anggota merupakan bagian dari identitas kolektif dan keamanan bersama organisasi. Dengan keanggotaan penuh Iran di Shanghai, dukungan ini telah diperkuat oleh organisasi sebagai blok regional dan berarti penentangan terhadap tekanan eksternal apa pun untuk mengubah kebijakan domestik Iran.
Secara keseluruhan, penentangan SCO terhadap campur tangan eksternal di Iran berasal dari kombinasi prinsip hukum, pertimbangan keamanan, kepentingan geopolitik, dan upaya untuk memperkuat tatanan multipolar. Sikap ini menunjukkan bahwa Iran memegang posisi strategis dalam persamaan keamanan dan politik Eurasia, dan stabilitasnya sangat penting bagi anggota SCO.(sl)