Lavrov: Pemberlakukan Tarif Trump Terkait Iran Jadi Tanda Situasi Buruk AS
-
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov
Pars Today - Menanggapi pertanyaan tentang pengumuman Presiden AS untuk memberlakukan tarif 25% pada semua negara yang memiliki hubungan ekonomi dengan Iran, Menteri Luar Negeri Rusia mengatakan, "Penggunaan tarif dan sanksi yang tidak adil dan diskriminatif oleh AS menunjukkan terus memburuknya posisi kompetitif Washington."
Menurut laporan IRIB mengutip kantor berita TASS, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menambahkan pada hari Rabu (14/01/2026) dalam konferensi pers bersama dengan Menteri Hubungan Internasional, Kerja Sama, dan Perdagangan Namibia di Moskow, "Ketika negara kuat seperti AS menggunakan metode yang tidak adil dan metode persaingan yang tidak adil seperti itu, itu hanya menunjukkan bahwa posisi kompetitifnya terus memburuk."
Pada saat yang sama, Lavrov mengklarifikasi, "AS memiliki metode yang lebih adil untuk mempertahankan posisinya daripada penggunaan sanksi langsung dan diskriminatif seperti itu."
Menlur Rusia menekankan, Pendekatan Amerika ini tidak dapat berlanjut dalam waktu lama, karena akan menyebabkan krisis serius dalam hubungan ekonomi internasional dan, pada kenyataannya, politik internasional.
Menteri Luar Negeri Rusia mengatakan, Dalam dialog yang kami lakukan dengan Washington, kami secara terbuka membicarakan masalah ini dan kami ingin melanjutkannya. Kami secara terbuka membahas perlunya membangun tatanan fundamental dalam semua metode yang digunakan di arena internasional.
Pihak Ketiga Tidak Dapat Mengubah Sifat Hubungan Iran-Rusia
Lavrov menekankan di bagian lain pidatonya, “Saya tidak berpikir bahwa ada pihak ketiga yang dapat mengubah sifat fundamental hubungan antara Moskow dan Tehran.”
Menlur Rusia mengingatkan, Sifat hubungan Moskow-Tehran didasarkan pada kesepakatan yang dicapai antara Presiden Federasi Rusia dan Republik Islam Iran, yang memenuhi kepentingan kedua negara dan kedua bangsa.
Menteri Luar Negeri Rusia mengatakan, "Hubungan dengan Iran telah tercermin dalam sejumlah proyek praktis, seperti pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr dan implementasi proyek infrastruktur transportasi seperti Koridor Utara-Selatan."
Reaksi atas Keinginan AS Berlakukan Tarif 500% pada Perdagangan Rusia
Dalam bagian lain pidatonya tentang penjajakan di AS untuk memberlakukan tarif 500% pada negara-negara yang berdagang dengan Rusia, Lavrov mengatakan, "Ketika Amerika Serikat, dengan mengabaikan sepenuhnya semua norma yang telah dipromosikannya, meninggalkan semua prinsip globalisasi yang ingin dikejarnya, secara alami tampak tidak dapat diandalkan."
Menlu Rusia mengklarifikasi, "Senator Republik Lindsey Graham (yang ada dalam daftar teroris dan ekstremis Rusia) secara aktif mengejar rencana untuk memberlakukan tarif 500% pada perdagangan dengan semua negara yang berdagang dengan Rusia."
Menteri Luar Negeri Rusia mengatakan, Situasi ini dapat menimbulkan senyum atau, sebaliknya, kemarahan dan penolakan. Namun saya pikir kita harus bekerja dan menerapkan perjanjian yang ada antara kita dan Republik Islam Iran, antara Rusia dan semua mitra perdagangan dan ekonomi kita lainnya.
AS Mengganggu Sistem Hubungan Internasional
Menanggapi pertanyaan lain, Lavrov mengatakan, Operasi AS di Venezuela menunjukkan bahwa Washington sedang menempuh jalan untuk mengganggu sistem hubungan internasional.
Ia mencatat, "Operasi AS di Venezuela ilegal, dan pandangan serta penilaian ini disetujui oleh sebagian besar negara di dunia."
Menteri Luar Negeri Rusia mengatakan, "Sulit untuk memprediksi perkembangan masa depan di Venezuela. Kepemimpinan negara saat ini sedang membela kedaulatan nasionalnya dan kebutuhan untuk berpartisipasi dalam hubungan internasional sebagai negara yang setara dan merdeka."
Menyatakan bahwa Moskow berkomitmen pada perjanjian yang dicapai dengan Caracas, ia mengatakan, "Rusia mengamati dengan "minat, keprihatinan, dan simpati yang besar" bagaimana kepemimpinan Venezuela saat ini membela kepentingan negara."
Lavrov mengatakan, "Otoritas Venezuela telah menyatakan kesediaan mereka untuk berdialog dengan Amerika Serikat dalam kerangka kerja yang didasarkan pada prinsip-prinsip kesetaraan, saling menghormati, dan penolakan terhadap diktat sepihak."
Moskow Siap Menyambut Kunjungan Witkoff dan Kushner
Menanggapi pertanyaan tentang spekulasi mengenai kunjungan Utusan Khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner Penasihat Presiden AS Donald Trump pada paruh kedua bulan ini (yang akan berlanjut hingga 1 Februari), Menteri Luar Negeri Rusia juga mengatakan, "Moskow siap untuk kunjungan itu."
Merujuk pada negosiasi sebelumnya antara Witkoff dan Kushner dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, ia mengatakan, Pertemuan ini serius, konkret, dan bertujuan untuk memahami akar krisis Ukraina dan menyepakati cara untuk mengatasinya.
Lavrov menekankan, Saya yakin bahwa jika mereka menunjukkan minat seperti itu, minat ini akan disambut dengan saling pengertian.
Ia menambahkan, "Pihak Rusia tertarik untuk mendengar pandangan perwakilan AS tentang pertemuan mereka dengan "Koalisi Sukarela" (pendukung Ukraina) dari Eropa selama perjalanan ini."
Menteri Luar Negeri Rusia mengatakan, Washington ingin menghentikan upaya untuk mendorong Ukraina menjadi anggota NATO.
Ia melanjutkan, "Putin telah berulang kali menyatakan posisi Rusia bahwa mereka siap bernegosiasi mengenai Ukraina, asalkan mereka menunjukkan keseriusan yang diperlukan."
Pada saat yang sama, Lavrov mencatat bahwa usulan pihak Eropa untuk gencatan senjata sebelum kesepakatan tercapai bertujuan untuk mengulur waktu bagi Kiev dan melindungi pemerintah Ukraina.
Mengenai spekulasi tentang kemungkinan panggilan telepon antara Presiden Prancis Emmanuel Macron dan mitranya dari Rusia, ia mengatakan, "Macron belum mengajukan usulan baru untuk panggilan telepon. Ucapannya tentang niatnya untuk menghubungi Putin adalah contoh propaganda, diplomasi mikrofon dan pengeras suara, yang tidak pernah menghasilkan hasil yang baik."
Menteri Luar Negeri Rusia mengklarifikasi, "Barat secara kolektif tertarik untuk mempersiapkan perang dengan Rusia. Mereka mengatakan ini secara terbuka."(sl)