Guardian: Trump Terperangkap di Rawa Perang
-
Presiden AS Donald Trump
Pars Today - Surat kabar Inggris The Guardian menulis tentang kebingungan Amerika Serikat dalam konflik dengan Iran, “Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, terperangkap dalam sebuah rawa.”
Menurut laporan ParsToday yang mengutip IRNA, The Guardian menanggapi kepanikan dan kebuntuan AS dalam mencari jalan keluar dari perang dengan Iran, dengan menyatakan, “Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, terperangkap dalam rawa. Tujuannya tak terjangkau. Serangan-serangannya tidak memaksa rakyat menyerah, dan ia tidak memiliki strategi untuk keluar.”
Dalam analisisnya, Sidney Blumenthal, penasihat senior mantan Presiden AS Bill Clinton menambahkan, “Trump telah tersesat dalam kabut perangnya sendiri. Ia mencampurkan kebingungan dengan kebohongan buatan. Karena harapan naifnya akan kemenangan cepat dan spektakuler di Selat Hormuz telah gagal total. Trump mengira Iran akan mudah mengikuti “skenario sempurna” Venezuela tanpa gangguan terhadap pasar minyak global.”
The Guardian menyebut dasar argumen Trump sebagai hampa dan strategi-strateginya sebagai rapuh serta lahir dari ilusi.
CNN: Eskalasi konflik di Asia Barat mengancam ekonomi Amerika Serikat
Jaringan televisi CNN mengungkapkan bahwa perang dengan Iran akan memberikan dampak ekonomi besar bagi rakyat Amerika Serikat.
CNN menambahkan, “Pertama, harga minyak akan tetap tinggi hingga Selat Hormuz kembali dibuka sepenuhnya. Kedua, semakin lama perang berlangsung, biaya hidup bagi rakyat AS akan semakin meningkat. Dan akhirnya, konflik berkepanjangan di Asia Barat menjadi ancaman serius terhadap pertumbuhan ekonomi dan pasar tenaga kerja Amerika Serikat.
CNN menegaskan, “Kekhawatiran ekonomi di Amerika Serikat benar-benar nyata. Ekonomi negara ini sedang rapuh. Sejak bulan Mei 2025 hingga kini, Amerika telah kehilangan 19 ribu pekerjaan. Guncangan besar harga minyak juga telah menyebabkan penurunan produksi ekonomi, sementara konsumen Amerika merupakan penggerak utama dua pertiga dari produk domestik bruto (PDB) negara tersebut.(sl)