Soal Suriah, Rusia Meminta AS Bercermin
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan Amerika Serikat lebih baik memenuhi janji-janjinya terkait Suriah daripada mengangkat masalah lain.
Menurut laporan IRNA, Lavrov pada konferensi pers Kamis (25/8/2016) merespon keinginan AS untuk mendengarkan penjelasan dari Rusia dan Iran tentang Suriah, dan menandaskan Washington lebih baik menatap dirinya di cermin serta memenuji janji-janjinya.
Saat ditanya mengapa AS mendesak Rusia dan Iran untuk meminta penjelasan dari Suriah tentang isu penggunaan senjata kimia, Lavrov menuturkan Washington sebaiknya memenuhi apa yang mereka janjikan pada Januari lalu.
"Pada Januari 2016, AS berjanji untuk mengeluarkan pemberontak dari daerah yang dikuasai kelompok teroris di Suriah dan sampai sekarang mereka tidak berbuat apapun," jelasnya.
Lavrov mengeluarkan komentar ini menjelang pertemuannya dengan Menlu AS John Kerry untuk membahas masalah Suriah, yang dijadwalkan berlangsung hari ini (Jumat,26/8/2016) di Jenewa.
"AS harus melaksanakan janjinya sehingga tercipta ruang untuk menumpas habis kelompok-kelompok teroris yang tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata khususnya Front al-Nusra dan Daesh," tandasnya.
Menurut Lavrov, Front al-Nusra menjadi kuat karena AS tidak melaksanakan janjinya untuk mengeluarkan kelompok pemberontak dukungan Washington dari kantong-kantong yang dikuasi teroris di Suriah. (RM)