Jerman Kirim Senjata ke Zionis Saat Perang Iran
https://parstoday.ir/id/news/world-i188582-jerman_kirim_senjata_ke_zionis_saat_perang_iran
Pars Today - Data resmi pemerintah Jerman mengungkap, "Berlin mengizinkan ekspor senjata ke Israel senilai 6,6 juta euro pada minggu-minggu pertama perang yang dipaksakan terhadap Iran."
(last modified 2026-04-16T09:09:57+00:00 )
Apr 16, 2026 16:00 Asia/Jakarta
  • Kanselir Jerman dan Perdana Menteri Zionis
    Kanselir Jerman dan Perdana Menteri Zionis

Pars Today - Data resmi pemerintah Jerman mengungkap, "Berlin mengizinkan ekspor senjata ke Israel senilai 6,6 juta euro pada minggu-minggu pertama perang yang dipaksakan terhadap Iran."

Larangan Dilanggar

Meskipun hukum dasar Jerman melarang ekspor senjata ke zona perang, pemerintah federal justru menyetujui pengiriman senjata ke Israel senilai sekitar 6,6 juta euro (setara 7,8 juta dolar AS) pada awal perang terhadap Iran. Informasi ini terungkap dari jawaban Kementerian Ekonomi Jerman atas pertanyaan partai oposisi, Die Linke (Partai Kiri).

"Menyalakan Api Perang"

Partai Kiri Jerman mengkritik keras langkah ini. Anggota parlemen Ulrich Thoden menuduh pemerintah Kanselir Friedrich Merz ikut menyalakan api perang dengan mengirim senjata ke Israel.

"Keuntungan industri militer dan persenjataan tidak pernah melayani perdamaian, sebaliknya justru menyulut kobaran perang," tegas Thoden.

Ia juga menuntut penghentian total ekspor senjata Jerman ke Israel.

Bukan Pertama Kali

Meskipun volume ekspor ini relatif kecil dibanding periode lain, masalah pengiriman senjata ke Israel selalu sensitif di Jerman. Selama perang Gaza pun, Berlin meningkatkan pasokan senjata ke Wilayah Pendudukan sebagai bentuk dukungan kepada Israel.

Namun, setelah kritik terhadap perilaku Israel di Gaza membesar, Merz sempat menghentikan sementara ekspor senjata ke Israel pada 2025. Keputusan ini menuai protes dari partai-partai konservatif. Setelah sekitar tiga setengah bulan, larangan itu dicabut menyusul gencatan senjata antara Israel dan Hamas.

Angka yang Bicara

Bahkan selama periode pembatasan, izin ekspor senjata senilai 10,44 juta euro tetap dikeluarkan. Setelah pembatasan dicabut pada akhir tahun lalu, dalam waktu sekitar empat bulan, izin ekspor senjata ke Israel melonjak drastis hingga 166,95 juta euro.

Benar, hukum Jerman memang melarang ekspor senjata ke zona perang. Namun ketika Israel yang berperang, larangan itu seolah bisa dinegosiasikan.

Dari 6,6 juta euro di awal perang Iran, hingga 166 juta euro setelah gencatan Gaza,  Berlin konsisten bahwa mendukung Israel adalah nomor satu.

Yang lain? Bisa diatur.(sl)