Hanya Gimmick: Eropa Gelar Konferensi Hormuz Tanpa Solusi
https://parstoday.ir/id/news/opini-i188606-hanya_gimmick_eropa_gelar_konferensi_hormuz_tanpa_solusi
Pars Today - Di tengah kegagalan militer Trump dan tekanan ekonomi yang membebani Eropa, London dan Paris menggelar pertemuan besar-besaran. Tujuannya? Bukan menyelesaikan krisis, tetapi menutupi kekalahan.
(last modified 2026-04-17T06:10:25+00:00 )
Apr 17, 2026 15:58 Asia/Jakarta
  • Pertemuan para pejabat Eropa membahas Selat Hormuz
    Pertemuan para pejabat Eropa membahas Selat Hormuz

Pars Today - Di tengah kegagalan militer Trump dan tekanan ekonomi yang membebani Eropa, London dan Paris menggelar pertemuan besar-besaran. Tujuannya? Bukan menyelesaikan krisis, tetapi menutupi kekalahan.

Ketika Eropa Terjepit

Eropa berada dalam posisi sulit. Dampak pembatasan lalu lintas di Selat Hormuz semakin membebani ekonomi mereka. Sementara itu, kegagalan strategi militer Donald Trump dalam perang agresifnya terhadap Iran kini semakin terlihat jelas.

Dalam situasi ini, Eropa berusaha menutup-nutupi dimensi kekalahan tersebut, melalui manuver politik dan upaya membangun opini publik domestik.

Pertemuan Akbar di Paris

Kantor Perdana Menteri Inggris mengumumkan bahwa Keir Starmer dan Presiden Prancis Emmanuel Macron akan bersama-sama memimpin pertemuan tentang masa depan Selat Hormuz di Paris, Jumat (17/4/2026).

London mengklaim sekitar 40 negara akan hadir. Fokus utama: mengembalikan arus perdagangan dan energi melalui jalur air strategis ini, serta mengurangi dampak ekonomi dari krisis yang sedang berlangsung.

Namun, Retorika Tak Lebih dari Gimmick Politik

Bertolak belakang dengan bahasa megah London dan Paris, sumber-sumber Barat sendiri mengakui bahwa kegaduhan terbaru ini tidak lebih dari sekadar gimmick politik.

Reuters, mengutip sumber-sumber Eropa, melaporkan bahwa setiap mekanisme multilateral mengenai Hormuz hanya dapat dibayangkan setelah konflik berakhir dan dengan semacam kesepahaman antara Iran dan AS.

Dialog yang sedang berlangsung saat ini, menurut kantor berita tersebut, lebih bersifat persiapan politik dan pengiriman sinyal ke pasar, masih jauh dari rencana konkret yang dapat diimplementasikan.

Jarak antara klaim besar dan kemungkinan implementasi yang terbatas ini menunjukkan bahwa pertemuan Paris lebih merupakan upaya menutupi kebuntuan strategis Barat daripada menawarkan solusi atas krisis.

Akar Masalah: Ekonomi Eropa Terjepit

Para analis percaya bahwa percepatan London dan Paris untuk menggelar pertemuan ini terutama didorong oleh meningkatnya tekanan krisis Hormuz terhadap ekonomi Eropa.

Beberapa waktu lalu, Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, mengakui bahwa perang terhadap Iran telah membebani Eropa sebesar 22 miliar pound. Dari perspektif ini, keprihatinan utama Eropa bukanlah tanggung jawab global yang diklaimnya, tetapi dampak langsung krisis pada pasar energi, transportasi, dan biaya hidup di benua mereka.

Pengulangan Pola Lama

Ini bukan pertama kalinya Barat mengemas ulang agenda yang sama dengan judul baru. Pertemuan London pada 2 April, yang dihadiri sejumlah menteri luar negeri, juga tidak menghasilkan apa-apa selain beberapa sikap umum dan pengulangan klaim.

Kini, peningkatan level pertemuan dari tingkat menteri ke tingkat kepala negara, lebih merupakan upaya untuk mempertahankan tekanan politik pada kasus ini dan menciptakan kesan bahwa Eropa masih memiliki sesuatu untuk ditawarkan setelah kegagalan Washington.

Iran dan Rusia: Ini Hanya Distraksi

Menghadapi manuver ini, Republik Islam Iran dengan tegas menolak narasi Barat. Tehran menyatakan bahwa memisahkan perkembangan maritim dari akar utama krisis, yaitu agresi militer AS dan rezim Zionis, adalah distorsi realitas.

Perwakilan Tetap Rusia di Organisasi Maritim Internasional (IMO), Yuri Melanas, dalam wawancara dengan IRNA, mengatakan bahwa membawa kasus Hormuz ke IMO berada di luar mandat teknis organisasi tersebut. Ia memperingatkan bahwa politisasi lembaga ini hanya akan menyembunyikan akar sebenarnya dari krisis.

Posisi ini, bersama dengan pernyataan tegas delegasi Iran, menunjukkan bahwa upaya terbaru London dan Paris bukan untuk menyelesaikan krisis, tetapi untuk menulis ulang masalah dan menutupi jejak kebuntuan AS dalam kasus ini.

Menyikapi pertemuan Paris harus dilihat sebagai kelanjutan dari garis yang sama yang telah diikuti Barat sejak awal krisis: mengubah kekalahan strategis menjadi serangkaian pertemuan, judul, dan pernyataan, hanya untuk menenangkan pasar dan membujuk opini publik.

Dengan kata lain, apa yang terjadi di Paris dan London bukanlah jalan untuk menyelesaikan krisis Hormuz. Ini adalah kegaduhan politik untuk menutupi konsekuensi perang yang dilancarkan Amerika dan sekutunya, sebuah perang di mana mereka gagal total mencapai tujuan mereka.(sl)