Trump Akhirnya Akui: Iran Negara Kuat dengan Pejuang Tangguh
https://parstoday.ir/id/news/world-i188596-trump_akhirnya_akui_iran_negara_kuat_dengan_pejuang_tangguh
Pars Today - Dalam pidatonya di Las Vegas, Presiden Amerika Serikat menyebut perang dengan Iran hanya berlangsung dua bulan, tetapi tetap memproklamirkan kemenangan yang "segera" diraih.
(last modified 2026-04-17T04:26:10+00:00 )
Apr 17, 2026 11:24 Asia/Jakarta
  • Presiden Amerika Serikat, Donald Trump
    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump

Pars Today - Dalam pidatonya di Las Vegas, Presiden Amerika Serikat menyebut perang dengan Iran hanya berlangsung dua bulan, tetapi tetap memproklamirkan kemenangan yang "segera" diraih.

"Mereka Kuat, Cerdas, dan Pekerja Keras"

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam pidatonya di Las Vegas, Kamis (16/4/2026), mengakui bahwa Iran adalah negara yang kuat dan cerdas, dengan para pejuang yang gigih dan perkasa.

Pengakuan ini disampaikan di tengah upayanya mengecilkan durasi perang dengan Iran. Trump membandingkan konflik ini dengan perang-perang panjang Amerika sebelumnya.

"Dua bulan sudah perang ini berlangsung. Kita pernah bertempur 18 tahun, juga 4 tahun dalam perang lain. Namun harus saya katakan: kita akan segera menang," klaimnya.

Ekonomi "Hebat" di Tengah Harga Bensin $5 per Galon

Trump juga membanggakan ekonominya, meskipun harga bensin di Las Vegas mencapai sekitar 5 dolar per galon.

"Kita punya ekonomi terbaik dalam sejarah negeri ini pada periode pertama saya. Dan kini keadaannya bahkan lebih baik," ujarnya.

Hal ini terjadi, katanya, "meskipun ada sedikit perhatian terhadap Iran yang kita cintai, tempat yang indah. Kita terpaksa melakukan ini, karena jika tidak, hal-hal buruk bisa saja terjadi."

Trump: Inflasi Karena Harga BBM Palsu

Ia menyebut inflasi di AS saat ini sebagai "inflasi palsu" akibat harga bahan bakar, dan mengklaim setelah perang berakhir, inflasi akan turun.

"Jangan lupa, kita mengalami inflasi palsu karena harga bahan bakar dan energi," katanya.

Ia juga meremehkan kenaikan harga minyak, menolak saran para penasihatnya yang memperingatkan bahwa harga minyak bisa menyentuh 300 dolar per barel jika menyerang Iran.

"Mereka bilang, 'Pak Presiden jangan lakukan ini. Harga 300 dolar per barel akan mengerikan. Resesi akan terjadi.' Saya bilang, 'Tidak, itu takkan terjadi.' Dan lihatlah, kita baru saja mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di pasar saham," klaim Trump.

Isyarat Perkembangan Pekan Depan

Trump mengisyaratkan perkembangan penting terkait Iran dalam pekan mendatang.

"Perhatikan perkembangan dalam satu pekan ke depan. Lihat apa yang akan terjadi," ujarnya.

Ia juga mengaitkan hal ini dengan pemilu paruh waktu mendatang. "Anda mungkin akan sangat terkesan. Dan jika Anda terkesan, berikan suara Anda kepada Republik."

Perang 40 Hari dan Jalan Buntu Diplomasi

Perang gabungan AS-Zionis terhadap Iran dimulai pada 28 Februari 2026, saat negosiasi tidak langsung antara Tehran dan Washington masih berlangsung dengan mediasi sejumlah negara kawasan.

Perang 40 hari Ramadan akhirnya dihentikan dengan gencatan senjata dua minggu yang dimediasi Pakistan, efektif 7 April 2026. Putaran negosiasi di Islamabad pada 11 April antara delegasi Iran yang dipimpin Mohammad Bagher Ghalibaf dan delegasi AS yang dipimpin J.D. Vance berakhir tanpa kesepakatan.

Kini Trump mencari jalan keluar diplomatik. Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengaku optimistis: "Kami masih terlibat dalam negosiasi ini, dan kami optimistis serta memiliki perasaan positif terhadap prospek mencapai kesepakatan."

Setelah berminggu-minggu menggertak dan membombardir, Trump akhirnya mengatakan apa yang sudah lama diketahui dunia: Iran kuat, cerdas, dan pejuangnya tangguh.

Namun, di balik "pengakuan" ini, ia masih berkampanye di Las Vegas, meminta suara Republik, dan menjanjikan kemenangan cepat, sementara harga bensin di sana 5 dolar per galon.

Apakah ini awal dari retorika yang melunak, atau sekadar pidato pencitraan?

Yang jelas, pekan depan akan menarik untuk disimak.(sl)