Tantang Zionis, Puluhan Ribu Umat Islam Padati Al-Aqsa di Hari Nakba
-
Warga Palestina salat Jumat di Masjid Al-Aqsa
Pars Today - Departemen Wakaf Islam Quds melaporkan bahwa 75.000 warga Palestina melaksanakan salat Jumat di Masjid Al-Aqsa pada hari Jumat (16/5), bertepatan dengan peringatan hari "Nakba" (bencana).
Dilansir Pars Today, 15 Mei 2026, ribuan warga Palestina melaksanakan salat di Masjid Al-Aqsa meskipun tentara Zionis memberlakukan pembatasan ketat, kata seorang pejabat setempat. Peringatan tahunan Nakba, yang memperingati pengungsian massal warga Palestina ketika rezim Israel didirikan pada tahun 1948, ditandai dengan aksi unjuk rasa, khotbah, dan pawai.
Pejabat Wakaf mengutuk masuknya puluhan pemukim Zionis ke kompleks Masjid Al-Aqsa di bawah perlindungan polisi Israel. Para pemukim melakukan ritual dan tarian Talmud di area Bab Al-Asbat untuk pertama kalinya sejak pendudukan Masjid Al-Aqsa.
Selain itu, puluhan pemukim Zionis menyerang jamaah Palestina saat mereka memasuki Masjid Al-Aqsa, terutama di Jalan Al-Wad dan di depan Bab Al-Majlis.
Sumber-sumber setempat juga melaporkan bahwa pasukan pendudukan Zionis menahan sejumlah warga Palestina dan memindahkan mereka ke kantor polisi Al-Qishleh di Kota Tua Quds.
Tahun ini, peringatan Nakba menjadi sangat simbolis. 75.000 orang melakukan salat di tanah yang mereka yakini sebagai simbol kedaulatan, sementara para pemukim berusaha memaksakan narasi tandingan tepat di depan mata mereka. Di hari mengenang pengusiran massal tahun 1948, pesan dari Quds sangat jelas: kami masih di sini, dan kami akan terus mendirikan salat.
Sementara para pemimpin dunia bertengkar di Dewan Keamanan tentang 'hak' dan 'hukum', 75.000 jiwa hanya ingin beribadah di kota suci mereka. Ratusan ribu lainnya hanya ingin kembali ke rumah yang telah hilang dari peta. Nakba bukan hanya peristiwa sejarah, tetapi luka yang tak kunjung kering. Dan hingga hari ini, dunia masih belum bisa atau belum mau menawarkan plester yang layak.(Sail)