Kekacauan di Tubuh Zionis Pasca-Gencatan Senjata Lebanon
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i188604-kekacauan_di_tubuh_zionis_pasca_gencatan_senjata_lebanon
Pars Today - Saluran 14 televisi Israel melaporkan bahwa sistem politik rezim Zionis berada dalam keadaan kacau setelah pengumuman gencatan senjata di Lebanon.
(last modified 2026-04-17T05:49:07+00:00 )
Apr 17, 2026 12:45 Asia/Jakarta
  • Kabinet rezim Zionis
    Kabinet rezim Zionis

Pars Today - Saluran 14 televisi Israel melaporkan bahwa sistem politik rezim Zionis berada dalam keadaan kacau setelah pengumuman gencatan senjata di Lebanon.

Melaporkan dari kantor berita Palestina Ma'an, IRNA, Jumat, 17 April 2026, Saluran 14 Israel menambahkan bahwa oposisi Israel mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang mengkritik langkah kabinet dalam menerima gencatan senjata di Lebanon, dan menyebutnya sebagai sikap menyerah terhadap kondisi yang ada.

Kritik Pedas dari Mantan Kepala Staf Militer

Gadi Eizenkot, mantan Kepala Staf Militer Israel, menyerang Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Ia mengklaim bahwa gencatan senjata saat ini bukanlah hasil dari keputusan Israel yang matang, melainkan sikap menyerah terhadap kondisi yang memaksa.

Eizenkot menunjuk pada fakta bahwa setelah dua setengah tahun perang yang mengakibatkan kerugian besar bagi Israel, kenyataan bahwa pertempuran masih berlangsung hanya beberapa kilometer dari pagar perbatasan adalah sebuah kegagalan yang nyata.

"Tugas pemerintah adalah memastikan kesiapan personel di garis depan dan memberikan prioritas tertinggi kepada mereka," tegasnya.

"Sudah Terlambat dan Penuh Penderitaan"

Yair Golan, ketua partai Demokrat (oposisi), menggambarkan kesepakatan gencatan senjata di Lebanon sebagai langkah ke arah yang benar. Namun, ia juga mengkritik kabinet.

"Alih-alih mengambil inisiatif, pemerintah justru terseret ke dalam tindakan yang dipaksakan oleh tekanan eksternal," ujarnya.

Golan menambahkan bahwa gencatan senjata ini datang terlambat, setelah berbulan-bulan penderitaan yang tidak perlu dialami penduduk utara dan korban jiwa prajurit yang seharusnya bisa dihindari.

"Janji Rezim Tak Pernah Terwujud"

Yair Lapid, pemimpin oposisi, mengklaim bahwa janji-janji rezim Zionis kembali gagal di hadapan realitas yang kompleks.

Menurutnya, mengakhiri konflik di Lebanon hanya membutuhkan satu hasil: penghapusan permanen ancaman terhadap pemukiman-pemukiman di utara Wilayah Pendudukan.

Gencatan Senjata Dimulai

Gencatan senjata antara Lebanon dan rezim Zionis mulai berlaku pada dini hari Jumat, 17 April 2026 waktu Beirut. Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama 10 hari, yang dimulai pada pukul 00.30 dini hari Jumat waktu Tehran.

Kemenangan Strategis Poros Perlawanan

Sejak jam-jam pertama gencatan senjata, media yang berafiliasi dengan Poros Perlawanan, mengutip sumber-sumber terpercaya, melaporkan bahwa tuntutan strategis Iran tentang keterhubungan front-front perlawanan dan penolakan terhadap gencatan senjata terpisah untuk Lebanon secara praktis telah diakui oleh Washington dan Tel Aviv.

Sejak awal, Iran bersikeras bahwa setiap gencatan senjata di kawasan harus mengarah pada penghentian total perang di Lebanon. Kini, terwujudnya gencatan senjata tanpa perlawanan mundur merupakan pencapaian strategis bagi Poros Perlawanan dan kekalahan lain bagi kabinet Netanyahu.(sl)