Indonesia dan Jepang Uji Coba AI Prediksi Bencana di Asia: Fokus Topan dan Banjir
-
Bendera Indonesia dan Jepang
Pars Today - Indonesia dan Jepang resmi memperluas kerja sama teknis di bidang kecerdasan buatan (AI) untuk prediksi banjir dan topan tropis di Asia, yang akan dimatangkan dalam Konferensi Prediksi Cuaca dan Iklim 2026 (WCFC) di Tokyo, 17 Juni 2026.
Dilansir IRNA, 17 Mei 2026, delegasi Indonesia dipastikan hadir melibatkan lintas sektor: Badan Meteorologi (BMKG), Universitas Indonesia (UI), Gadjah Mada (UGM), ITS, serta PT Pertamina. Konferensi ini mengusung tema "Leveraging AI for the Future of Asia's Weather and Climate - The Frontline of Early Warning Systems and Regional Implementation".
Langkah ini merupakan kelanjutan dari kerja sama yang ditandatangani pada Februari 2026 antara BMKG dan perusahaan teknologi cuaca Jepang Weathernews Inc. Proyek ini bertajuk "AI-Based Tropical Cyclone and Flood Forecasting in Indonesia" yang dirancang untuk memperkuat sistem peringatan dini berbasis AI di Indonesia.
Pendiri Yayasan Sakuranesia, Tovic Rustam, menegaskan bahwa konferensi ini tidak hanya membahas teknologi, tetapi juga masa depan kerja sama Asia yang terintegrasi dan berkelanjutan untuk keselamatan manusia dari perubahan iklim.
Menurutnya, Indonesia sebagai negara kepulauan tropis yang rawan bencana hidrometeorologi memiliki posisi strategis di forum ini.
Founder Sakuranesia Foundation, Sakura Ijuin, menyebut partisipasi Indonesia diharapkan membuka sinergi baru antara akademisi, energi (Pertamina), dan teknologi cuaca, terutama untuk keselamatan operasional industri, mitigasi risiko, dan ketahanan energi.
Ketika dunia masih berfokus pada perang dagang dan konflik militer, Indonesia dan Jepang memilih bergerak di garis depan yang berbeda: menyelamatkan nyawa dari cuaca ekstrem dengan kecerdasan buatan. Ini bukan sekadar kerja sama teknis. Ini adalah pernyataan bahwa masa depan Asia tidak hanya akan ditentukan oleh rudal, tetapi juga oleh kemampuan memprediksi badai sebelum ia menghancurkan.(Sail)