Pasar Asia Hijau: Minyak Turun, Harapan Damai Naik
-
Harga saham Korea Selatan membaik
Pars Today - Pasar saham Asia pada hari Jumat (12/6), dengan penurunan harga minyak dan meningkatnya harapan gencatan senjata di Asia Barat, mengakhiri perdagangan akhir pekan mereka dengan pertumbuhan mencolok dan "hijau", pertumbuhan yang dalam beberapa kasus, termasuk indeks KOSPI Korea Selatan, mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir dan memicu aktifnya mekanisme penghentian program pembelian (circuit breaker).
Melansir IRNA dari harian Korea Herald dan Chosun Ilbo, 13 Juni 2026, indeks KOSPI Korea Selatan pada hari Jumat ditutup dengan lonjakan 4,63 persen (setara 359,67 poin) di level 8.123,62 poin. Pada jam-jam awal perdagangan, indeks ini dengan pertumbuhan lebih dari 8,6 persen berhasil untuk pertama kalinya dalam tiga hari perdagangan menembus batas 8.400 poin, yang memicu aktifnya mekanisme penghentian program pembelian (Circuit Breaker). Namun, sebagian dari pertumbuhan ini hilang di akhir perdagangan. Saham Samsung Electronics tumbuh 7,86 persen dan SK Hynix tumbuh 2,33 persen. Kembalinya investor asing setelah berminggu-minggu arus keluar modal, merupakan salah satu faktor yang mendukung pasar Korea.
Berdasarkan laporan kantor berita Yonhap, indeks Nikkei 225 Jepang dengan kenaikan 2,81 persen (setara 1.802,77 poin), berdiri di ketinggian 66.020,04 poin, dan indeks Topix juga tumbuh 1,35 persen. Indeks Nikkei di tengah perdagangan dengan lonjakan lebih dari 4 persen telah melewati level 66.800 poin. Harga minyak turun ke bawah 90 dolar per barel, yang membantu memperbaiki suasana pasar. Di tengah ini, Kioxia Holdings dengan pertumbuhan 7,64 persen, melampaui SoftBank dan Toyota, dikenal sebagai perusahaan paling berharga yang ada di Bursa Tokyo.
Kantor berita Xinhua China melaporkan indeks Shanghai Composite China dengan pertumbuhan 1,1 persen di level 4.031,51 poin dan indeks Hang Seng dengan kenaikan 1,4 persen di kisaran 24.585,93 poin mengakhiri pekerjaan mereka.
Berdasarkan data Yahoo Finance, indeks S&P/ASX 200 Australia melewati hari yang sukses dan dengan pertumbuhan 2 persen ditutup di level 8.804,00 poin.
Alasan paling penting peningkatan indeks saham di kawasan ini adalah penurunan ketegangan geopolitik dan akibatnya penurunan harga energi, yang telah mengurangi tekanan inflasi dan membuat prospek kebijakan moneter lebih menguntungkan. Namun, laporan-laporan tentang semakin ketatnya kondisi pembiayaan transaksi saham berlever di Wall Street, merupakan salah satu faktor yang membatasi pertumbuhan di akhir perdagangan hari Jumat.
Pasar keuangan kawasan pada hari Sabtu (13/6) tutup, dan reaksi akhir investor terhadap perkembangan akhir pekan akan tercermin dalam perdagangan hari Minggu (14/6).(Sail)