Demokrat AS: Perang Iran Adalah Kegagalan, Jelaskan Kesepakatan Sekarang!
https://parstoday.ir/id/news/world-i191594-demokrat_as_perang_iran_adalah_kegagalan_jelaskan_kesepakatan_sekarang!
Pars Today – Sejumlah anggota legislatif Demokrat Amerika mengkritik perang agresif presiden negaranya terhadap Iran dan menuntut penjelasan serta laporan tentang kesepakatan tersebut.
(last modified 2026-06-16T06:15:23+00:00 )
Jun 16, 2026 13:12 Asia/Jakarta
  • Kepahaman AS-Iran
    Kepahaman AS-Iran

Pars Today – Sejumlah anggota legislatif Demokrat Amerika mengkritik perang agresif presiden negaranya terhadap Iran dan menuntut penjelasan serta laporan tentang kesepakatan tersebut.

Menurut laporan IRNA dari Al Jazeera, Senator Richard Blumenthal menyamakan hasil perang (agresif) AS terhadap Iran dengan krisis Terusan Suez Inggris, ketika pasukan Inggris bersama pasukan Israel dan Prancis menyerang Mesir.

 

Konflik ini secara luas dianggap sebagai titik balik dalam kemunduran Inggris sebagai kekuatan di Asia Barat.

 

Blumenthal di media sosial X menulis: "Sejarah terulang kembali."

 

Ia melanjutkan: "Krisis Suez menunjukkan kepada Inggris apa itu pelampauan batas: aksi militer yang tergesa-gesa, perpecahan sekutu, dan kemudian kemunduran. Perang Trump dengan Iran serupa dengan krisis itu: eskalasi cepat, pencapaian yang menggelikan, dan penurunan kredibilitas yang masih dihadapi AS."

 

Chuck Schumer, Pemimpin Minoritas Senat AS, juga menuntut penyampaian laporan tentang kesepakatan ini.

 

Ia mengatakan: "Hampir 24 jam telah berlalu sejak pengumuman kesepahaman Donald Trump dengan Iran, dan kami masih belum memiliki rincian apa pun. Trump harus memberi tahu Kongres dan rakyat Amerika tentang rincian kesepakatan ini, segera menjelaskannya, dan mengakhiri perang ini untuk selamanya."

 

Ayanna Pressley, anggota Kongres AS, juga menyebut kesepakatan ini "penting dan tepat waktu," tetapi mengkritik Trump karena mendukung "perang kejam Netanyahu dengan mengorbankan nyawa komunitas di dalam dan luar negeri."

 

Ia di media sosial X menulis: "Keberlanjutan gencatan senjata ini sangat penting untuk membawa perdamaian yang berarti bagi kawasan."

 

Sementara itu, Yassamin Ansari, salah satu dari 2 anggota legislatif keturunan Iran-Amerika di Kongres, menyambut baik pengumuman kesepakatan antara AS dan Iran.

 

Ansari dalam pesan di X menulis: "Pengakhiran perang adalah langkah positif. Kongres masih harus melihat kesepakatan apa yang telah dicapai."

 

Anggota DPR dari Partai Demokrat ini menambahkan: "Kongres harus melakukan peninjauan luas terhadap setiap kesepakatan final yang ditandatangani dengan Republik Islam."

 

Ansari juga mencatat bahwa kesepakatan ini "dicapai setelah perang yang telah membebankan biaya besar dan menempatkan AS dan rakyat Iran dalam kondisi yang lebih buruk."

 

Ia menambahkan: "Korban jiwa yang besar, ketidakstabilan internasional, dan kenaikan harga bensin yang melonjak adalah hasil dari perang ini. Perang ini seharusnya tidak pernah terjadi sejak awal."

 

Menurut laporan IRNA, Donald Trump, Presiden AS, pada Minggu sore waktu setempat (14 Juni 2026 bertepatan dengan 25 Khordad 1405) di media sosial Truth Social-nya, setelah dua perang melawan Iran, mengumumkan: "Kesepakatan dengan Republik Islam Iran sekarang telah selesai."

 

Sebelumnya, Shehbaz Sharif, Perdana Menteri Pakistan, telah mengumumkan bahwa nota kesepahaman antara kedua negara telah tercapai dan akan ditandatangani pada hari Jumat, 19 Juni (29 Khordad) di Swiss.

 

Sekretariat Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran juga, dengan mengeluarkan pernyataan tentang kesepakatan pengakhiran perang antara Iran dan AS, menegaskan bahwa berdasarkan kesepakatan yang dicapai, perang dan operasi militer di semua front, termasuk Lebanon, telah berakhir secara langsung dan permanen mulai malam ini, dan sebagai tambahan, blokade laut terhadap Iran segera dan sepenuhnya dicabut. (MF)