Chip Suara: Revolusi Pemrosesan Informasi yang Terinspirasi dari Otak
-
Chip suara yang terinspirasi dari otak manusia
Pars Today - Para peneliti telah menciptakan sebuah chip yang menggunakan gelombang suara, bukan listrik, untuk memproses informasi dan terinspirasi dari otak manusia. Chip ini mampu melakukan tugas-tugas kompleks dengan konsumsi energi yang sangat rendah.
Melansir IRNA dari situs TechXplore, 23 Juni 2026, dalam sebuah laporan disebutkan:
Otak manusia, meskipun memproses volume informasi yang sangat besar, mengonsumsi energi yang sangat sedikit; sebaliknya, perangkat keras kecerdasan buatan saat ini, meskipun berkinerja baik dalam tugas-tugas kompleks, membuang banyak energi.
Salah satu cara untuk menyelesaikan masalah ini adalah pendekatan yang disebut komputasi neuromorfik, yang artinya merancang perangkat keras yang terinspirasi dari struktur otak manusia. Dalam metode ini, memori dan pemrosesan dilakukan di satu lokasi, dan hal ini sangat mengurangi konsumsi energi dibandingkan chip konvensional. Namun, bahkan sistem neuromorfik paling canggih sekalipun masih jauh dari kompleksitas otak manusia dan tidak dapat mereproduksi jumlah koneksi besar antar neuron (sel-sel saraf otak).
Namun para peneliti dari Universitas Arizona telah menawarkan metode baru untuk menyelesaikan masalah ini, di mana alih-alih arus listrik, gelombang suara digunakan.
Chip yang Bekerja dengan Suara
Para peneliti telah menciptakan perangkat yang disebut sinapsis suara. Untuk memahami perbedaannya dengan chip konvensional, cukup melihat cara kerja keduanya. Dalam chip silikon yang umum, elektron bergerak melalui kabel-kabel mikroskopis dan memindahkan informasi, tetapi dalam perangkat baru ini, alih-alih elektron, gelombang suara melewati jalur-jalur yang saling terhubung.
Bagian paling menarik adalah: perangkat ini bekerja persis seperti sinapsis otak (tempat koneksi sel-sel saraf). Sama seperti sinapsis yang mengurangi atau meningkatkan kekuatan komunikasi antar neuron, sinapsis suara ini juga dapat memperkuat atau melemahkan gelombang suara. Informasi juga tersembunyi dalam perbedaan waktu antara gelombang-gelombang yang tumpang tindih ini.
Kinerja Unggul dengan Konsumsi Energi Rendah
Para peneliti untuk menguji sinapsis suara ini, memberikan beberapa tugas komputasi biasa kepadanya; misalnya mengenali jenis bunga dari gambar atau mengenali angka-angka yang ditulis tangan oleh orang. Kesimpulannya menarik: sistem ini tidak hanya belajar lebih cepat dari model konvensional, tetapi juga memiliki akurasi yang lebih tinggi, dengan kata lain, dengan pelatihan lebih sedikit, hasil yang lebih baik diperoleh.
Namun pencapaian terpenting adalah bahwa sistem ini untuk melakukan tugas-tugas ini, dibandingkan dengan perangkat keras listrik canggih, mengonsumsi energi yang jauh lebih sedikit.
Masa Depan Chip Suara
Penelitian ini menunjukkan bahwa sebuah sinapsis suara dapat memproses beberapa aliran data secara bersamaan dan efisien. Para peneliti dalam jangka panjang berencana untuk mengembangkan dan memperbesar teknologi ini dengan menghubungkan beberapa sinapsis satu sama lain. Tujuan akhir mereka adalah dengan menyatukan banyak komponen dalam struktur chip kecil, menciptakan perangkat keras yang sangat efisien yang bekerja seperti otak manusia dan dapat melakukan tugas-tugas kompleks.
Temuan penelitian ini telah dipublikasikan di jurnal terkemuka Science Advances.
Penemuan ini menarik karena ia tidak mencoba meniru otak dengan cara yang sama seperti komputer, yaitu dengan listrik dan transistor. Sebaliknya, ia menggunakan suara. Mengapa? Karena gelombang suara, seperti sinyal kimia di otak, bisa "diperkuat" atau "dilemahkan" secara analog, bukan digital. Ini memungkinkan pemrosesan yang lebih mirip dengan cara otak bekerja: tidak presisi seperti komputer, tapi jauh lebih efisien. Bayangkan: otak manusia mengonsumsi sekitar 20 watt, setara dengan bola lampu redup. Namun ia bisa mengenali wajah, memahami bahasa, dan menciptakan seni. Chip suara ini mencoba menangkap efisiensi yang sama. Dan jika berhasil, kita mungkin melihat era baru komputasi: bukan yang tercepat, tapi yang paling hemat energi, persis seperti otak kita.(Sail)