Analis Irak: Iran Gagalkan Proyek "Timur Tengah Baru" Amerika
-
Athir Al-Syar', analis politik Irak
Pars Today - Seorang analis Irak, dengan merujuk pada keteguhan Iran menghadapi Amerika dan ketidakmampuan Washington dalam mengimplementasikan rencana-rencananya terhadap Tehran, mengatakan, "Bangsa Iran telah membuktikan kekuatan mereka dalam menetralisir proyek Timur Tengah Baru dan menunjukkan bahwa mereka adalah kekuatan regional yang tidak boleh diremehkan."
Melansir Pars Today dari IRNA, 23 Juni 2026, Athir Al-Syar', analis politik Irak, kepada Al-Ahd mengatakan, "Amerika, dengan mempertimbangkan keunggulan udara dan kemampuan logistiknya, mengharapkan Iran bertekuk lutut, tetapi ia terkejut dengan ketahanan dan keberanian angkatan bersenjata negara ini."
Keuntungan Iran dalam Negosiasi
Al-Syar' menambahkan, "Orang-orang Iran dalam negosiasi dengan Washington telah memperoleh banyak keuntungan, termasuk pembebasan aset-aset yang dibekukan dan pencabutan sanksi-sanksi, dan Amerika terpaksa untuk tidak campur tangan dalam urusan dalam negeri, menghormati kedaulatan rakyat Iran atas kehendak mereka, dan bergerak menuju finalisasi kesepakatan sesuai syarat-syarat Tehran."
Lebanon dalam Kesepakatan Akhir
Al-Syar' menegaskan, "Iran berhasil dalam kesepakatan akhir untuk memasukkan Lebanon dan menjadikannya sebagai satu medan yang sama. Iran telah memaksakan realitas baru di Timur Tengah."
Iran sebagai Pemain Internasional Besar
Sebelumnya juga, situs Arab Al-Mutla' dalam sebuah analisis tentang keberhasilan Iran meraih kemenangan dalam perang yang dipaksakan dan tercapainya Kesepakatan Islamabad, menulis bahwa keberhasilan Iran ini telah menyebabkan ia diakui sebagai pemain internasional besar dan kekuatan poros.
Analisis dari analis Irak ini menyingkap perspektif regional yang menarik tentang hasil perang dan negosiasi. Yang paling menonjol adalah pengakuan bahwa Amerika, dengan semua keunggulan udara dan logistiknya, tidak bisa memaksa Iran bertekuk lutut. Ini adalah konfirmasi dari apa yang telah dikatakan media-media Amerika sendiri (seperti laporan MS Now sebelumnya) bahwa Trump terpaksa menerima kesepakatan karena takut akan "bencana ekonomi". Dan yang paling menarik adalah pencapaian diplomatik Iran: memasukkan Lebanon dalam kesepakatan akhir. Ini berarti Iran tidak hanya memperjuangkan dirinya sendiri, tetapi juga memperluas perlindungan ke sekutu-sekutunya di kawasan. Ini adalah definisi dari "kekuatan poros", bukan hanya kuat sendiri, tapi juga mampu melindungi yang lain.(Sail)