Sel Punca: 'Perisai' Licik Sel Kanker Melawan Kemoterapi
-
Sel kanker yang berlindung pada sel punca
Pars Today - Para peneliti menemukan bahwa sel-sel kanker, dengan menyandera sel punca pasien, membuat diri mereka kebal terhadap kemoterapi. Penemuan ini dapat mengarah pada pengobatan yang lebih efektif bagi pasien leukemia (kanker darah).
Melansir IRNA, 29 Juni 2026, dari situs The Conversation dalam sebuah laporan disebutkan:
Kemoterapi, salah satu metode pengobatan kanker terpenting, menggunakan obat-obatan untuk menghancurkan sel-sel yang tumbuh secara tidak normal. Namun, metode pengobatan ini tidak selalu berhasil. Bahkan setelah beberapa sesi kemoterapi, penyakit ini bisa kembali kambuh.
Tampaknya beberapa sel kanker berhasil lolos dari pengobatan dan bersembunyi di dalam tubuh, menyebabkan penyakit kembali.
Bagaimana Sel Kanker Lolos dari Kemoterapi?
Studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Cancer Cell mengungkapkan bagaimana sel kanker lolos dari kemoterapi. Profesor Deng-Li Hong dan rekan-rekannya di Universitas Kedokteran Jiaotong menemukan bahwa beberapa sel kanker menyandera sel punca pasien sendiri.
Dalam penyakit leukemia limfoblastik akut (jenis kanker darah), sel-sel kanker bersembunyi di sumsum tulang (tempat sel punca pembentuk darah berada) dan dengan mengaktifkan rangkaian protein, mereka membuat diri mereka kebal terhadap obat-obatan kemoterapi.
Bagaimana Sel Kanker Menyandera Sel Punca?
Pertama, sel-sel kanker melepaskan protein pembawa pesan yang disebut sitokin (cytokines) yang menarik jenis khusus sel punca bernama sel punca mesenkimal (jenis sel punca yang ada di jaringan ikat) ke arah mereka. Kemudian sel-sel kanker bersarang di antara sel-sel punca ini dan memaksa mereka untuk berkembang biak.
Tujuan sel kanker adalah mengambil protein khusus bernama furin dari sel punca mesenkimal. Furin memiliki kemampuan unik untuk mengaktifkan protein-protein lain. Sel-sel kanker menggunakan furin untuk mengaktifkan protein utama GDF15. Kemudian GDF15 mengaktifkan sistem pertahanan sel kanker dan membuatnya kebal terhadap kemoterapi.
Apakah Ini Terjadi pada Manusia Juga?
Uji coba sebagian besar dilakukan pada tikus, tetapi para peneliti mengonfirmasi bahwa mekanisme ini juga terjadi pada manusia. Pada pasien leukemia yang tidak merespons baik terhadap kemoterapi, sel-sel kanker dikelilingi oleh sel-sel yang disandera dan telah mengaktifkan produksi GDF15 yang menyebabkan resistensi terhadap pengobatan.
Namun, beberapa pasien leukemia merespons baik terhadap kemoterapi dan tidak ada tanda-tanda situasi penyanderaan ini terlihat pada mereka.
Bisakah Resistensi Obat Diatasi?
Pemahaman yang lebih baik tentang mekanisme ini dapat membantu menemukan metode pengobatan baru. Jika sel-sel kanker bergantung pada protein GDF15 untuk lolos dari obat-obatan, mungkin bisa ditambahkan obat-obatan yang menghambat protein ini ke dalam kombinasi kemoterapi.
Profesor Deng-Li mengatakan, "Penelitian ini membuka jalan untuk merancang metode pengobatan baru bagi pasien leukemia limfoblastik akut. Kita kemungkinan bisa menggunakan agen-agen yang mencegah penyanderaan sel punca pada tahap-tahap awal kemoterapi."
Protein GDF15 juga berperan dalam kanker lain seperti kanker pankreas dan jenis kanker darah bernama multiple myeloma, dan mungkin menjadi bagian dari alasan kegagalan kemoterapi pada kanker-kanker ini.
Penemuan ini mengungkapkan strategi bertahan hidup yang sangat canggih dari sel kanker, bukan hanya bermutasi untuk kebal obat, tapi secara aktif "menyandera" sel sehat tubuh kita sendiri untuk membuat perisai. Ini seperti sandera dalam film aksi: sel kanker tidak bisa disentuh tanpa membahayakan sel punca yang "disandera". Implikasinya sangat luas: jika kita bisa memahami mekanisme ini, kita bisa mengembangkan obat yang "memutus" proses penyanderaan ini, sehingga sel kanker kembali rentan terhadap kemoterapi. Dan yang menarik: protein GDF15 yang sama juga terlibat dalam kanker pankreas dan multiple myeloma, artinya mekanisme ini mungkin adalah strategi universal sel kanker untuk bertahan. Memahami satu mekanisme ini bisa membuka pintu untuk melawan banyak jenis kanker sekaligus.(Sail)