Wabah Ebola Tercepat di Dunia Tewaskan Lebih dari 1.700 Orang
https://parstoday.ir/id/news/world-i194428-wabah_ebola_tercepat_di_dunia_tewaskan_lebih_dari_1.700_orang
Pars Today - Kepala Organisasi Kesehatan Dunia, dalam kunjungannya ke Kongo, memperingatkan bahwa Ebola kini menyebar di dunia dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, sehingga melampaui upaya-upaya untuk mengendalikannya, dan kini telah menewaskan lebih dari 1.700 korban.
(last modified 2026-08-06T04:51:30+00:00 )
Aug 06, 2026 11:49 Asia/Jakarta
  • Orang mati akibat virus Ebola
    Orang mati akibat virus Ebola

Pars Today - Kepala Organisasi Kesehatan Dunia, dalam kunjungannya ke Kongo, memperingatkan bahwa Ebola kini menyebar di dunia dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, sehingga melampaui upaya-upaya untuk mengendalikannya, dan kini telah menewaskan lebih dari 1.700 korban.

Sebagaimana dilaporkan IRNA dari The Independent, Kamis, 6 Agustus 2026, Tedros Adhanom Ghebreyesus, pada hari Rabu (5/8) setelah bertemu dengan para pejabat di Kinshasa, ibu kota Kongo, dalam sebuah pesan di media sosial X, menyatakan bahwa hampir tiga bulan telah berlalu sejak wabah Ebola diumumkan di Kongo, dan kasus-kasus baru di beberapa titik kritis telah meningkat dua kali lipat.

Ini adalah kunjungan kedua Kepala WHO ke negara Afrika Tengah ini sejak krisis dimulai.

Tedros Adhanom Ghebreyesus menekankan, "Kita semua tahu bahwa kita harus segera dan secara luas meningkatkan semua upaya kita di semua lini dan oleh semua mitra."

Menurut data terbaru dari Kementerian Kesehatan Kongo hingga hari Senin, 3.874 kasus Ebola dan 1.751 kematian telah dikonfirmasi.

Di Provinsi Ituri, yang merupakan pusat wabah, keluarga-keluarga melaporkan bahwa banyak petugas kesehatan telah melakukan pemogokan, dan hal ini semakin memperburuk situasi akses ke perawatan kesehatan.

Wilayah ini, yang merupakan salah satu daerah paling terpencil dan rentan di Kongo, yang terletak di dekat perbatasan Sudan Selatan, Uganda, dan Rwanda, juga bergulat dengan serangan-serangan pemberontak.

Putaran baru wabah Ebola ini lebih cepat dalam hal kecepatan penularan dibandingkan semua wabah sebelumnya.

Pada tahun 2014-2016, wabah Ebola di Afrika Barat menyebabkan lebih dari 28.000 orang terinfeksi dan lebih dari 11.000 orang meninggal dunia.

Dr. Jean Kaseya, Kepala Pusat Pengendalian Penyakit Afrika, pada hari Selasa (4/8) dalam kunjungannya ke Kongo, menyatakan bahwa upaya pelacakan penyakit ini telah gagal, dan setidaknya 60 hingga 70 persen dari kasus baru adalah orang-orang yang tidak dipantau setelah kontak dengan orang yang terinfeksi.

Para pejabat mengaitkan tingkat kematian penyakit ini yang mencapai 45 persen sebagian besar dengan keterlambatan diagnosis kasus.

Menurut pengumuman Kementerian Kesehatan Kongo, dari 77 kasus terbaru yang dilaporkan dalam 24 jam terakhir, 44 kasus berakibat fatal, dan kini 717 pasien berada dalam karantina, sementara 749 orang telah sembuh.

Ini adalah wabah Ebola ke-17 yang tercatat di Republik Demokratik Kongo (sebelumnya Zaire) sejak tahun 1976.

Wabah terakhir yang dilaporkan di negara Afrika Tengah ini terjadi pada September 2025 di Provinsi Kasai di barat daya negara itu, yang merenggut lebih dari 40 nyawa dan diumumkan lebih dari tiga bulan kemudian.

Penyakit virus Ebola atau demam berdarah Ebola adalah jenis penyakit manusia yang disebabkan oleh virus Ebola. Nama virus ini diambil dari salah satu sungai di Kongo. Gejala penyakit ini biasanya muncul dua hari hingga tiga minggu setelah kontak dengan virus, berupa demam, sakit tenggorokan, nyeri otot, dan sakit kepala.

Biasanya, mual, muntah, dan diare serta penurunan fungsi hati dan ginjal menyusul, dan pada saat ini, penderita mengalami pendarahan.

Wabah penyakit ini pada tahun 2014 dan 2015 di Afrika Barat menewaskan lebih dari 11.000 orang, dan ini adalah wabah Ebola terluas dalam sejarah, yang menimbulkan banyak korban jiwa serta kerugian sosial dan ekonomi, terutama di negara-negara Guinea, Liberia, dan Sierra Leone.(Sail)