Peneliti Rusia: Iran yang Tangguh Adalah Warisan Strategis Ayatullah Khamenei
https://parstoday.ir/id/news/world-i192538-peneliti_rusia_iran_yang_tangguh_adalah_warisan_strategis_ayatullah_khamenei
Pars Today - Seorang peneliti senior dari Pusat Studi Asia Barat Institut Ekonomi Dunia dan Hubungan Internasional Primakov Rusia meyakini bahwa salah satu elemen terpenting dalam warisan strategis Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, Pemimpin Syahid Revolusi Islam, adalah penciptaan sistem politik yang tahan terhadap tekanan eksternal.
(last modified 2026-07-05T06:46:29+00:00 )
Jul 04, 2026 18:31 Asia/Jakarta
  • Evdokia Dobrova, peneliti senior Pusat Studi Asia Barat Institut Primakov Rusia
    Evdokia Dobrova, peneliti senior Pusat Studi Asia Barat Institut Primakov Rusia

Pars Today - Seorang peneliti senior dari Pusat Studi Asia Barat Institut Ekonomi Dunia dan Hubungan Internasional Primakov Rusia meyakini bahwa salah satu elemen terpenting dalam warisan strategis Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, Pemimpin Syahid Revolusi Islam, adalah penciptaan sistem politik yang tahan terhadap tekanan eksternal.

Melansir Pars Today, 4 Juli 2026, Evdokia Dobrova, peneliti senior Pusat Studi Asia Barat Institut Primakov Rusia, pada hari Sabtu (4/7) dalam wawancara dengan IRNA menyatakan, "Selama beberapa dekade kepemimpinan Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Iran tidak hanya mengembangkan kemampuan militernya, tetapi juga struktur administratif yang luas yang mampu menjamin kelangsungan pemerintahan bahkan dalam kondisi-kondisi kritis."

Sistem Distribusi Kekuasaan yang Tahan Guncangan

Ia menyatakan, "Sistem distribusi kekuasaan yang khas di Iran, yang dirancang dengan kebijakan Pemimpin Syahid, secara signifikan mengurangi kerentanan negara terhadap tekanan eksternal dan kehilangan pejabat-pejabat senior."

Strategi "Pandangan ke Timur"

Peneliti Rusia ini mencatat, "Tanpa ragu, strategi 'Pandangan ke Timur' Ayatullah Khamenei memainkan peran penting dalam memperkuat hubungan dengan Rusia dan mitra-mitra non-Barat Iran lainnya."

Fokus pada Perang Asimetris

Ia melanjutkan, "Selain itu, Iran di bawah kepemimpinan Ayatullah Khamenei secara signifikan telah meningkatkan kemampuan militernya dan memberikan penekanan khusus pada alat-alat perang asimetris."

Kerangka untuk Resistensi Jangka Panjang

Dobrova menegaskan, "Dalam menghadapi agresi militer Amerika dan rezim Israel terhadap Iran, penciptaan kerangka organisasional yang dirancang untuk menahan tantangan-tantangan eksternal jangka panjang memiliki kepentingan yang sangat khusus."

Pernyataan dari peneliti Rusia ini sangat menarik karena ia menganalisis warisan Khamenei dari sudut pandang realisme geopolitik, bukan ideologi. Dobrova tidak berbicara tentang nilai-nilai religius atau demokrasi, ia berbicara tentang ketahanan sistemik. Yang ia soroti adalah kemampuan Iran untuk bertahan di bawah tekanan maksimal (sanksi, ancaman militer, pembunuhan pejabat) dan ini, menurutnya, bukan kebetulan, tetapi hasil dari desain sistemik yang disengaja. Konsep "perang asimetris" juga sangat penting: ini adalah doktrin militer yang mengakui bahwa Iran tidak bisa bersaing dengan AS-Israel dalam kekuatan konvensional, jadi ia mengembangkan kemampuan non-konvensional (rudal, drone, sekutu) yang membuat biaya agresi menjadi sangat tinggi bagi musuh. Dan strategi "Pandangan ke Timur", ini adalah pivot geopolitik yang sangat cerdas: ketika Barat menutup pintu, Iran membuka jendela ke Timur (Rusia, Tiongkok, India). Hasilnya? Iran tidak terisolasi. Ia memiliki alternatif. Dan dalam geopolitik, memiliki alternatif adalah kekuatan.(Sail)