"Tinju Terkepal yang Abadi": Bagaimana Pose Terakhir Khamenei Menjadi Simbol Perlawanan
https://parstoday.ir/id/news/world-i192634-tinju_terkepal_yang_abadi_bagaimana_pose_terakhir_khamenei_menjadi_simbol_perlawanan
Pars Today - Seorang jurnalis dan analis urusan Asia Barat di Brussel, dalam sebuah pesan merujuk pada kepalan tangan Ayatullah Sayid Ali Khamenei pada saat kesyahidannya, menekankan bahwa kepalan tangan Pemimpin Syahid Iran telah menjadi simbol perlawanan.
(last modified 2026-07-06T06:11:38+00:00 )
Jul 06, 2026 13:10 Asia/Jakarta
  • Tinju terkepal yang abadi
    Tinju terkepal yang abadi

Pars Today - Seorang jurnalis dan analis urusan Asia Barat di Brussel, dalam sebuah pesan merujuk pada kepalan tangan Ayatullah Sayid Ali Khamenei pada saat kesyahidannya, menekankan bahwa kepalan tangan Pemimpin Syahid Iran telah menjadi simbol perlawanan.

Melansir IRIB, Pars Today melaporkan bahwa Elijah Magnier, seorang jurnalis dan analis urusan Asia Barat di Brussel, dalam sebuah pesan di akun media sosial X-nya, menulis, "Pejabat Iran menemukan jenazah Sayyid Ali Khamenei dengan tangan kanannya yang utuh terkepal."

Ia menambahkan, "Adegan ini menjadi panel terakhir perlawanan seorang pemimpin yang meninggalkan panggung sementara simbol perlawanan tetap terukir di tubuhnya."

Analis Belgia ini, merujuk pada fakta bahwa kepalan tangan telah menjadi salah satu simbol politik Iran yang paling dikenal, menegaskan, "Kepalan tangan adalah simbol ketahanan, konfrontasi, dan perlawanan nasional melawan musuh."

Kisah tentang kepalan tangan Khamenei yang ditemukan dalam posisi terkepal pada saat kesyahidannya adalah narasi yang sangat kuat yang telah menyebar luas dan menjadi simbol perlawanan. Ini adalah gambar yang melampaui kematian dan mengubah pemimpin yang telah tiada menjadi simbol abadi dari perjuangan.

Pose terakhir Khamenei, dengan tangan terkepal, adalah pernyataan yang kuat bahwa ia tidak pernah menyerah, bahkan di saat-saat terakhirnya. Ini adalah pesan bahwa perlawanan tidak berakhir dengan kematian, tetapi berlanjut dalam semangat dan simbol-simbol yang ditinggalkan.

Narasi tentang kepalan tangan ini telah menjadi bagian penting dari identitas perlawanan Iran. Ini adalah simbol yang akan terus menginspirasi generasi mendatang untuk melawan penindasan dan mempertahankan nilai-nilai mereka.

Analis Belgia Elijah Magnier, yang dikenal karena pandangannya yang independen dan sering kali kritis terhadap kebijakan Barat, menempatkan kepalan tangan ini dalam konteks yang lebih luas: sebagai simbol ketahanan, konfrontasi, dan perlawanan nasional melawan musuh. Ini adalah pengakuan bahwa perlawanan Iran bukanlah fenomena yang dangkal, tetapi berakar pada sejarah dan budaya yang dalam.(Sail)