Kontroversi di FIFA: Usulan Gila 64 Tim di Piala Dunia 2030
https://parstoday.ir/id/news/world-i193064-kontroversi_di_fifa_usulan_gila_64_tim_di_piala_dunia_2030
Pars Today - Presiden FIFA, meskipun ada penolakan yang muncul, mengumumkan akan mengkaji usulan penambahan jumlah tim Piala Dunia menjadi 64 tim.
(last modified 2026-07-13T04:35:04+00:00 )
Jul 13, 2026 11:32 Asia/Jakarta
  • Gianni Infantino, Presiden FIFA
    Gianni Infantino, Presiden FIFA

Pars Today - Presiden FIFA, meskipun ada penolakan yang muncul, mengumumkan akan mengkaji usulan penambahan jumlah tim Piala Dunia menjadi 64 tim.

Sebagaimana dilaporkan IRNA, 13 Juli 2026, meskipun ada penolakan terhadap penambahan jumlah tim Piala Dunia, tampaknya Gianni Infantino, Presiden FIFA, berupaya merealisasikan ide ini.

Hari ini ia mengonfirmasi bahwa FIFA akan mengkaji proposal untuk menambah jumlah tim peserta Piala Dunia 2030 menjadi 64 tim, setelah berakhirnya Piala Dunia 2026.

FIFA sebelumnya telah menambah jumlah tim peserta dari 32 menjadi 48 tim untuk edisi 2026 yang kini sedang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Edisi 2030 akan digelar di enam negara dan tiga benua, di mana Uruguai, Argentina, dan Paraguai masing-masing menjadi tuan rumah pertandingan pembuka, sementara Maroko, Spanyol, dan Portugal menjadi tuan rumah sisa pertandingan.

Infantino menjelaskan bahwa komite-komite terkait FIFA akan membahas proposal ini setelah turnamen saat ini berakhir, dan menegaskan bahwa Piala Dunia adalah turnamen untuk seluruh dunia, bukan hanya Eropa dan Amerika Selatan.

Ia mengatakan bahwa setiap negara harus memiliki kesempatan untuk bermimpi tampil di Piala Dunia. Tingkat tim nasional di seluruh dunia terus meningkat, dan jika negara-negara kecil tidak memiliki kesempatan untuk berpartisipasi, mereka akan kehilangan motivasi untuk terus berkembang.

Infantino menyebut penambahan jumlah tim menjadi 48 untuk edisi 2026, meskipun mendapat banyak kritik, sebagai sebuah kesuksesan 100 persen.

Gagasan menambah tim Piala Dunia menjadi 64 tim pertama kali muncul dalam rapat Dewan FIFA pada Maret 2025 yang diajukan oleh Ignacio Alonso, pejabat asal Uruguay, dan kemudian diterima oleh Alejandro Domínguez, Presiden Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL). Ia menggambarkan Piala Dunia 64 tim di tahun 2030 sebagai sebuah mimpi, dan menyebutnya sebagai kesempatan untuk menyatukan dunia, meskipun hanya sekali saja.

Para pendukung perluasan Piala Dunia berargumen bahwa menjadi tuan rumah hanya tiga pertandingan di Amerika Selatan pada edisi 2030, karena peraturan FIFA tentang rotasi tuan rumah, akan menghalangi benua tersebut untuk menjadi tuan rumah seluruh turnamen setidaknya hingga tahun 2042.

Karena itu, penambahan tim dari 48 menjadi 64 memberikan peluang bagi Uruguai, Argentina, dan Paraguai untuk menjadi tuan rumah seluruh grup, bukan hanya satu pertandingan di masing-masing negara.

Namun, proyek ini menghadapi penolakan luas. Turnamen 64 tim akan melibatkan lebih dari seperempat asosiasi anggota FIFA, dan berpotensi mengurangi nilai kualifikasi antar-benua.

UEFA termasuk salah satu penentang terkeras. Aleksander Čeferin, Presiden UEFA, menggambarkan ide ini sebagai ide yang buruk dan memperingatkan bahwa hal ini akan merugikan baik turnamen itu sendiri maupun kualifikasi Eropa. Victor Montagliani, Presiden CONCACAF, juga mengulangi pendapat serupa dan menyatakan bahwa perluasan lebih lanjut dari turnamen bukanlah ide yang baik.(Sail)