Bagaimana Kecerdasan Buatan Memicu Inflasi di Amerika?
-
Kecerdasan Buatan Memicu Inflasi di Amerika
Pars Today - Hasil analisis terbaru menunjukkan bahwa kecerdasan buatan (AI) saat ini justru berkontribusi pada peningkatan inflasi Amerika, bukannya menurunkannya.
Sebagaimana dilaporkan ISNA, 13 Juli 2026, hasil laporan perusahaan CIBC Capital Markets menunjukkan bahwa gelombang investasi di bidang kecerdasan buatan di Amerika pada tahun 2026 akan menambah sekitar 0,4 persen pada tingkat inflasi tahunan AS.
Para analis berpendapat bahwa meskipun manfaat AI dalam peningkatan produktivitas akan terlihat di masa depan, biaya besar untuk membangun infrastruktur yang dibutuhkan saat ini justru sedang menaikkan harga-harga.
Analisis ini menyebut dampak langsung AI terhadap inflasi disebabkan oleh lonjakan investasi di pusat data, peralatan komputer, dan produksi listrik. Peningkatan permintaan untuk chip, perangkat lunak, bahan bangunan, jasa transportasi darat, dan listrik telah menyebabkan harga peralatan pemrosesan data dan jasa utilitas berada di atas rata-rata historisnya.
Perkiraan menunjukkan bahwa faktor-faktor yang sama hingga bulan Mei telah menambahkan sekitar 0,3 persen pada inflasi indeks pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS, dan diperkirakan sebagian dari kenaikan harga teknologi masih belum sepenuhnya tercermin dalam statistik resmi.
Ekspansi AI, di luar dampak peningkatan biaya peralatan, juga telah membuat ekonomi AS semakin "memanas". Investasi di bidang teknologi informasi, perangkat lunak, penelitian dan pengembangan, serta pembangunan pusat data diperkirakan akan menambah sekitar 0,4 persen pada pertumbuhan riil Produk Domestik Bruto (PDB) AS pada tahun 2026.
Peningkatan kekayaan akibat kenaikan saham perusahaan-perusahaan yang terkait dengan AI juga diperkirakan akan menambah 0,2 persen lagi pada pertumbuhan ekonomi melalui penguatan belanja konsumen. Dengan demikian, AI dapat menjadi faktor sekitar 30 persen dari pertumbuhan ekonomi AS pada tahun ini.
Pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat ini telah mengurangi kapasitas cadangan ekonomi dan menciptakan tekanan inflasi tambahan. Laporan ini memperkirakan bahwa dampak AI terhadap kesenjangan output cukup besar sehingga telah menambah sekitar 0,13 persen lagi pada inflasi tahunan AS pada tahun ini. Sebagai hasilnya, total dampak langsung dan tidak langsung AI terhadap inflasi mencapai sekitar 0,4 poin persentase.
Laporan ini menekankan bahwa AI hanyalah salah satu faktor yang menyebabkan inflasi AS tetap berada di atas target 2 persen The Fed. Dampak agresi AS ke Iran terhadap harga energi, tarif perdagangan, dan berlanjutnya inflasi di sektor jasa juga merupakan faktor penting lainnya dalam hal ini.
Namun, diperkirakan mulai tahun 2027, seiring dengan melambatnya investasi besar-besaran dan meningkatnya produktivitas riil dunia usaha dari penerapan AI, tekanan inflasi akibat teknologi ini juga akan berangsur menurun.
Menurut laporan Investing, hingga saat itu, The Fed akan menghadapi tantangan serius karena pasar tenaga kerja tetap kuat dan inflasi berada di atas target yang ditetapkan. Hal ini memberikan ruang yang terbatas bagi para pembuat kebijakan moneter untuk menurunkan suku bunga.(Sail)