Duduk Diam di Depan TV Bisa Kecutkan Otak; Ini Gantinya
https://parstoday.ir/id/news/world-i193650-duduk_diam_di_depan_tv_bisa_kecutkan_otak_ini_gantinya
Pars Today - Menonton televisi secara pasif di usia paruh baya dapat mengecilkan otak dan meningkatkan risiko demensia, sementara pekerjaan yang melibatkan pikiran, meskipun dilakukan sambil duduk dalam waktu lama, justru bermanfaat bagi otak.
(last modified 2026-07-24T05:50:56+00:00 )
Jul 24, 2026 12:40 Asia/Jakarta
  • Duduk Diam di Depan TV Bisa Kecutkan Otak; Ini Gantinya

Pars Today - Menonton televisi secara pasif di usia paruh baya dapat mengecilkan otak dan meningkatkan risiko demensia, sementara pekerjaan yang melibatkan pikiran, meskipun dilakukan sambil duduk dalam waktu lama, justru bermanfaat bagi otak.

Sebagaimana dilaporkan IRNA, 24 Juli 2026, situs Neuroscience dalam sebuah laporan mengungkapkan, "Kebanyakan orang tahu bahwa duduk dalam waktu lama itu berbahaya, tetapi sebuah studi baru menunjukkan bahwa apa yang kita lakukan sambil duduk bahkan lebih penting daripada duduk itu sendiri."

Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Alzheimer's and Dementia menunjukkan bahwa apa yang kita lakukan saat duduk mungkin sama pentingnya dengan duduk itu sendiri bagi kesehatan otak. Dr. David Raichlen, profesor di University of Southern California dan penulis senior studi ini, menjelaskan, "Selama bertahun-tahun kami berfokus pada berapa lama orang duduk; tetapi temuan kami menunjukkan bahwa kami juga harus memperhatikan apa yang mereka lakukan saat duduk."

Kerusakan Tersembunyi dari Menonton Televisi

Para peneliti menganalisis data sekitar 1.700 orang dewasa dengan rata-rata usia 53 tahun yang berpartisipasi dalam studi jangka panjang Atherosclerosis Risk in Communities (ARIC). Studi ini meneliti aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah) serta kesehatan jantung dan otak.

Lebih dari dua dekade kemudian, otak orang-orang ini menjalani pencitraan. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang melaporkan menonton televisi sangat sering, dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah atau jarang menonton televisi, mengalami perubahan struktural yang luas di otak mereka.

Perubahan ini mencakup penurunan volume di area-area yang terkait dengan tanda-tanda awal Alzheimer dan peningkatan kerusakan pada serat-serat penghubung otak, tanda dari penyakit pembuluh darah kecil di otak yang terkait dengan demensia dan penurunan kemampuan mental. Menariknya, perbedaan ini tetap ada bahkan setelah mempertimbangkan faktor-faktor seperti aktivitas fisik, diabetes, dan merokok.

Tidak Semua Duduk Itu Sama

Poin pentingnya adalah bahwa duduk itu sendiri bukanlah penyebab utama dari perubahan ini. Orang-orang yang duduk berjam-jam di lingkungan kerja justru memiliki bagian depan dan belakang otak yang lebih besar serta serat-serat penghubung otak yang lebih sehat, yang menunjukkan kesehatan otak yang lebih baik.

Menurut para peneliti, perbedaan ini kemungkinan karena banyak pekerjaan kantoran, tidak seperti menonton televisi, menjaga otak tetap aktif. Tugas-tugas seperti pengambilan keputusan, pemecahan masalah, dan perencanaan melibatkan pikiran dan mencegah stagnasi.

Perbedaan Mencolok antara Pria dan Wanita

Ketika gambar-gambar otak dianalisis secara terpisah berdasarkan jenis kelamin, ditemukan bahwa sebagian besar perubahan otak, baik yang disebabkan oleh menonton televisi maupun oleh duduk di tempat kerja, terlihat pada pria. Temuan ini menunjukkan bahwa pria mungkin lebih rentan terhadap perubahan ini, dan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami alasan perbedaan ini.

Duduk Pasif vs Duduk Aktif

Alasan perbedaan antara menonton televisi dan bekerja di meja kembali pada perbedaan antara aktivitas mental aktif dan penyerapan informasi secara pasif. Ketika Anda melakukan sesuatu seperti pemecahan masalah, menulis, atau pengambilan keputusan, otak Anda dipaksa untuk menggunakan jaringan sarafnya dan tetap aktif. Namun, menonton televisi adalah aktivitas yang sepenuhnya pasif yang hampir tidak memerlukan usaha mental. Dalam jangka panjang, stagnasi mental ini dapat menyebabkan pengecilan jaringan otak.

Kabar baiknya adalah ada alternatif sederhana untuk menonton televisi. Aktivitas-aktivitas seperti membaca buku, mengisi teka-teki silang, belajar bahasa baru, atau bahkan percakapan yang menantang dapat menjaga otak tetap aktif dan berkontribusi pada kesehatannya.

Pesan Studi untuk Masa Depan

Temuan dari studi ini dapat mengubah pendekatan rekomendasi kesehatan. Dokter dapat, alih-alih merekomendasikan untuk mengurangi waktu duduk, menyarankan orang untuk mengurangi waktu menonton televisi dan melakukan aktivitas mental saat duduk.

Dr. Nathan Feter, penulis koresponden studi ini, menjelaskan, "Kita sering menekankan pengurangan durasi duduk, tetapi kita juga harus memperhatikan jenis aktivitas saat duduk, karena aktivitas-aktivitas ini memiliki dampak langsung pada kesehatan otak."(Sail)