Gubernur Bank Prancis: Tarif Trump Ciptakan 'Ketidakpastian Luar Biasa' bagi Dunia
https://parstoday.ir/id/news/world-i193678-gubernur_bank_prancis_tarif_trump_ciptakan_'ketidakpastian_luar_biasa'_bagi_dunia
Pars Today - Gubernur Bank Sentral Prancis memperingatkan bahwa tarif-tarif baru yang diberlakukan Presiden AS terhadap barang-barang impor meningkatkan ketidakpastian dalam ekonomi dan perdagangan global, serta merusak pertumbuhan ekonomi.
(last modified 2026-07-24T10:08:09+00:00 )
Jul 24, 2026 17:05 Asia/Jakarta
  • Tarif baru AS kepada negara-negara dunia
    Tarif baru AS kepada negara-negara dunia

Pars Today - Gubernur Bank Sentral Prancis memperingatkan bahwa tarif-tarif baru yang diberlakukan Presiden AS terhadap barang-barang impor meningkatkan ketidakpastian dalam ekonomi dan perdagangan global, serta merusak pertumbuhan ekonomi.

Sebagaimana dilaporkan IRNA dari kantor berita Reuters, 24 Juli 2026, François Villeroy de Galhau pada hari Jumat (24/7) menyatakan bahwa tarif-tarif yang diberlakukan pemerintahan Donald Trump terhadap mitra-mitra dagangnya telah menambah ketidakpastian dalam ekonomi global.

Pemerintah AS pada hari Jumat (24/7) memberlakukan tarif baru sebesar 10 dan 12,5 persen terhadap barang-barang impor dari 60 mitra dagang, termasuk Uni Eropa dan Tiongkok. Menurut klaim Washington, negara-negara ini tidak secara efektif menerapkan undang-undang dan larangan terkait pemberantasan kerja paksa. Tarif-tarif ini mulai berlaku bersamaan dengan berakhirnya tarif sementara global 10 persen.

Villeroy de Galhau, dengan merujuk pada kesepakatan dagang tahun 2025 antara AS dan Uni Eropa yang ditandatangani di lapangan golf Turnberry milik Trump, menekankan bahwa tarif-tarif baru tersebut tetap menjadi penghambat bagi ekonomi.

Dalam wawancara dengan BFM Business, ia menyatakan, "Bagi Eropa, seharusnya tidak ada banyak perubahan, karena kesepakatan Turnberry ada dan Trump harus menghormatinya. Namun jelas, langkah ini menciptakan lebih banyak ketidakpastian bagi perdagangan global dan jelas tidak menguntungkan pertumbuhan [ekonomi]."

Presiden AS, sebagai bagian dari penentangannya terhadap keputusan Mahkamah Agung AS yang menyatakan tidak sah tarif-tarif dagang sebelumnya yang diberlakukan Trump terhadap negara-negara dunia, dalam langkah baru memberlakukan tarif dagang 10 hingga 12,5 persen terhadap puluhan negara dan mitra dagang utama Washington dari Amerika Utara dan Selatan hingga Uni Eropa, India, Tiongkok, Jepang, dan Australia. Negara-negara ini memasok hampir 100 persen dari kebutuhan AS.

CNN, mengutip pernyataan Kantor Perwakilan Dagang AS, melaporkan bahwa mulai pukul 00:01 Jumat (24/7) dini hari, puluhan mitra dagang AS dari Eropa hingga Tiongkok dan India menghadapi tarif ekspor baru 10 hingga 12,5 persen ke AS.(Sail)