NYT: Pilihan AS Makin Terbatas; Iran Tak Gentar, Washington Mundur
https://parstoday.ir/id/news/world-i194358-nyt_pilihan_as_makin_terbatas_iran_tak_gentar_washington_mundur
Pars Today - Surat kabar The New York Times dalam sebuah laporan, dengan merujuk pada ketidakmampuan AS dalam mencapai tujuannya dalam perang melawan Iran, menulis, "Tehran tetap pada pendiriannya dalam menghadapi ancaman militer Washington, dan pada saat yang sama, kekhawatiran tentang konsekuensi regional dari konflik telah mempengaruhi keputusan-keputusan AS."
(last modified 2026-08-05T03:55:02+00:00 )
Aug 05, 2026 10:54 Asia/Jakarta
  • Presiden AS Donald Trump
    Presiden AS Donald Trump

Pars Today - Surat kabar The New York Times dalam sebuah laporan, dengan merujuk pada ketidakmampuan AS dalam mencapai tujuannya dalam perang melawan Iran, menulis, "Tehran tetap pada pendiriannya dalam menghadapi ancaman militer Washington, dan pada saat yang sama, kekhawatiran tentang konsekuensi regional dari konflik telah mempengaruhi keputusan-keputusan AS."

Sebagaimana dilaporkan Pars Today mengutip IRNA, The New York Times menulis, "Ketika Donald Trump sekali lagi mundur dari serangan militer terhadap Tehran, ia secara praktis menunjukkan bahwa bukan Iran yang takut pada perang, melainkan Trump yang takut pada perang."

Tehran, dengan mengandalkan sekutu-sekutu regionalnya, telah menunjukkan kemampuannya untuk mengancam fasilitas-fasilitas energi paling vital dan jalur-jalur perairan strategis dunia.

Ali Vaez, Direktur Proyek Iran di International Crisis Group, menggambarkan serangan 17 Juli terhadap pangkalan-pangkalan militer AS di Yordania sebagai "titik balik" dalam perkembangan terkini dan mengatakan, "Serangan ini menunjukkan bahwa gudang senjata rudal Iran masih memiliki kemampuan yang signifikan, dan kemampuan intelijen Tehran jauh lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya."

Menurut Vaez, strategi keseluruhan Iran didasarkan pada penyampaian pesan kepada AS bahwa jika putaran baru eskalasi dimulai, ruang lingkup dan intensitas respons Iran akan jauh lebih dahsyat, dan konsekuensinya tidak hanya akan mempengaruhi kawasan tetapi juga ekonomi global.

Sasan Karimi, profesor studi Iran di Universitas Tehran, juga mengatakan kepada The New York Times bahwa pejabat-pejabat Iran telah melihat pola yang jelas dalam perilaku Trump untuk mengelola negosiasi, dan setiap kali pesan-pesan dipertukarkan antara kedua pihak, Trump mencoba menekan ruang negosiasi dengan mengancam Iran untuk mendapatkan lebih banyak konsesi, tetapi Iran tidak mudah terpengaruh oleh tekanan-tekanan semacam itu.

The New York Times selanjutnya, dengan merujuk pada berkurangnya persediaan amunisi AS, mengacu pada peringatan pejabat-pejabat militer negara itu tentang kekurangan persenjataan, terutama sistem-sistem pertahanan seperti rudal-rudal Patriot, yang dapat mempengaruhi kemampuan negara itu untuk terlibat dalam konflik-konflik di masa depan.

Laporan ini juga menyatakan bahwa Trump tidak pernah memiliki pemahaman yang lengkap tentang motivasi-motivasi Republik Islam Iran dan selalu mengabaikan fakta bahwa Iran tidak akan mundur di bawah tekanan dan ancaman.(Sail)