Universitas Tokyo Terancam; PHK Dosen dan Peneliti Mengintai
https://parstoday.ir/id/news/world-i194534-universitas_tokyo_terancam_phk_dosen_dan_peneliti_mengintai
Pars Today - Universitas Tokyo, universitas paling bergengsi dan terkenal di Jepang, berada di ambang krisis keuangan yang serius. Universitas ini memperkirakan akan mengalami kerugian bersih untuk tahun fiskal 2026 untuk kedua kalinya secara berturut-turut, sebuah kejadian yang menimbulkan kekhawatiran tentang kemampuan finansial salah satu pusat ilmiah terpenting di Asia.
(last modified 2026-08-08T05:40:15+00:00 )
Aug 08, 2026 12:32 Asia/Jakarta
  • Universitas Tokyo
    Universitas Tokyo

Pars Today - Universitas Tokyo, universitas paling bergengsi dan terkenal di Jepang, berada di ambang krisis keuangan yang serius. Universitas ini memperkirakan akan mengalami kerugian bersih untuk tahun fiskal 2026 untuk kedua kalinya secara berturut-turut, sebuah kejadian yang menimbulkan kekhawatiran tentang kemampuan finansial salah satu pusat ilmiah terpenting di Asia.

Sebagaimana dilaporkan ISNA mengutip surat kabar Jepang Nikki, Sabtu, 8 Agustus 2026, meningkatnya biaya tenaga kerja, peralatan laboratorium, dan aktivitas penelitian telah menyebabkan Universitas Tokyo, untuk pertama kalinya sejak menjadi badan usaha universitas nasional pada tahun 2004, mencatat defisit keuangan selama dua tahun berturut-turut. Situasi ini terjadi pada saat universitas membutuhkan sumber daya keuangan yang stabil untuk melanjutkan jalur ilmiahnya.

Salah satu kekhawatiran terbesar adalah menurunnya cadangan keuangan universitas. Sumber daya yang selama ini berfungsi sebagai bantalan keuangan untuk menutupi defisit, diperkirakan akan habis dalam beberapa tahun ke depan. Pejabat universitas telah memperingatkan bahwa jika kondisi tidak berubah, pengurangan aktivitas tidak dapat dihindari, termasuk kemungkinan pengurangan jumlah peneliti dan staf akademik.

Berdasarkan perkiraan, Universitas Tokyo akan mengalami kerugian sekitar 4 miliar yen (sekitar 25 juta dolar AS) pada tahun fiskal 2026. Angka ini menunjukkan bahwa upaya universitas untuk mencapai posisi keuangan yang stabil belum membuahkan hasil.

Salah satu harapan utama universitas adalah menerima gelar "Universitas Unggulan Riset Internasional" dari pemerintah Jepang. Menerima status ini dapat mendatangkan puluhan miliar yen bantuan keuangan pemerintah dan mengurangi tekanan ekonomi. Namun, kasus-kasus kontroversial internal, termasuk tuduhan penerimaan suap dan penyalahgunaan keuangan oleh beberapa profesor, telah membuat Kementerian Pendidikan Jepang berhati-hati dalam memberikan status khusus ini.

Jika Universitas Tokyo tidak dapat menerima dukungan khusus ini, kemungkinan pencatatan defisit anggaran pada tahun 2026 akan sangat tinggi, dan universitas akan terpaksa menggunakan cadangan yang tersisa, cadangan yang menurut seorang pejabat universitas hampir habis.

Dalam kondisi seperti ini, para administrator universitas telah memperingatkan bahwa keputusan-keputusan sulit akan diambil untuk mengembalikan keseimbangan keuangan. Mengurangi jumlah anggota fakultas dan peneliti adalah salah satu opsi yang mungkin akan dipertimbangkan, sebuah langkah yang dapat secara langsung mempengaruhi kualitas penelitian dan posisi akademik Universitas Tokyo.(Sail)