Rusia Ancam Batalkan Kesepakatan dengan AS di Suriah
https://parstoday.ir/id/news/world-i19510-rusia_ancam_batalkan_kesepakatan_dengan_as_di_suriah
Menteri Luar Negeri Rusia menyinggung hasil beberapa kali putaran perundingan dengan sejawatnya dari Amerika Serikat dan mengumumkan bahwa pelaksanaan janji Washington untuk memerangi teroris adalah kewajiban.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Sep 03, 2016 12:08 Asia/Jakarta
  • Sergei Lavrov, Menlu Rusia
    Sergei Lavrov, Menlu Rusia

Menteri Luar Negeri Rusia menyinggung hasil beberapa kali putaran perundingan dengan sejawatnya dari Amerika Serikat dan mengumumkan bahwa pelaksanaan janji Washington untuk memerangi teroris adalah kewajiban.

IRNA (3/9) melaporkan, Kemenlu Rusia, Sabtu (3/9) mengabarkan, Sergei Lavrov, Menlu negara itu menuturkan, jika Amerika tidak menepati janjinya untuk mengeluarkan para pemberontak yang berada di bawah dukungan dan kontrolnya dari wilayah-wilayah yang dikuasai kelompok teroris khususnya Front Al Nusra, maka kesepakatan dua negara untuk memerangi terorisme di Suriah, tidak akan terlaksana.

Rusia dan Amerika sejak beberapa waktu lalu sudah memulai negosiasi untuk menyusun peta jalan perang melawan terorisme di Suriah dan secara praktis sekarang semua detail peta jalan itu sudah ditetapkan.

Lavrov menambahkan, Moskow dan Washington melakukan negosiasi padat untuk menyusun peta jalan kolektif dalam kerja sama anti-teroris dan pertemuan terbaru di Jenewa juga membahas masalah ini.

Menlu Rusia melanjutkan, diharapkan kerja sama dua negara untuk memerangi terorisme akan rampung dalam waktu dekat ini, pasalnya secara praktis seluruh tahapannya sudah selesai dan dicapai kesepakatan dalam banyak isu.

Lavrov menegaskan, banyak dari kelompok yang disebut Washington sebagai pemberontak moderat, bergabung dengan Front Al Nusra dan kelompok-kelompok teroris ini memanfaatkan langkah tersebut untuk lari dari kehancuran.

Salah satu kesepakatan yang dicapai dalam perundingan 12 jam Lavrov dengan John Kerry, Menlu Amerika di Jenewa, adalah urgensi pemutusan kerja sama kelompok-kelompok yang menyebut diri sebagai pemberontak moderat, namun tidak bekerjasama dengan para teroris. (HS)