Pembunuh Senyap: Kebiasaan Sehari-hari yang Merusak Ginjal Tanpa Disadari
https://parstoday.ir/id/news/world-i195692-pembunuh_senyap_kebiasaan_sehari_hari_yang_merusak_ginjal_tanpa_disadari
Pars Today - Masalah ginjal sering kali tidak menimbulkan rasa sakit atau gejala. Dokter memperingatkan bahwa beberapa kebiasaan sehari-hari, dari konsumsi obat pereda nyeri yang berlebihan hingga mengabaikan kadar gula darah dan tekanan darah, dapat merusak organ vital ini secara bertahap.
(last modified 2026-08-27T05:47:19+00:00 )
Aug 27, 2026 11:57 Asia/Jakarta
  • Ginjal
    Ginjal

Pars Today - Masalah ginjal sering kali tidak menimbulkan rasa sakit atau gejala. Dokter memperingatkan bahwa beberapa kebiasaan sehari-hari, dari konsumsi obat pereda nyeri yang berlebihan hingga mengabaikan kadar gula darah dan tekanan darah, dapat merusak organ vital ini secara bertahap.

Melaporkan dari IRNA, Kamis, 27 Agustus 2026, situs Times of India dalam sebuah laporan menulis:

Berbeda dengan luka, sakit gigi, atau ketegangan otot, penurunan fungsi ginjal biasanya tidak disertai rasa sakit. Karakteristik inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa penyakit ginjal dapat tersembunyi selama bertahun-tahun.

Apa Fungsi Ginjal dalam Tubuh?

Ginjal adalah dua organ berbentuk kacang di kedua sisi tulang belakang yang menyaring sekitar 180 liter darah setiap hari. Mereka membuang limbah dari metabolisme tubuh, menjaga keseimbangan cairan dan mineral (seperti natrium dan kalium), dan membantu mengatur tekanan darah. Namun, beberapa pilihan sehari-hari dapat memberi tekanan tambahan pada sistem ini seiring waktu.

Dr. Urmila Anandh, Konsultan Senior dan Kepala Departemen Nefrologi (penyakit ginjal) di Rumah Sakit Amrita, menjelaskan, "Nyeri bukanlah gejala peringatan yang umum pada penyakit ginjal, dan itulah yang membuatnya berbahaya."

Berikut ini, kita akan membahas enam kebiasaan sehari-hari yang perlu mendapat perhatian lebih.

1. Konsumsi Obat Pereda Nyeri yang Sembarangan dan Sering

Sakit kepala, sakit punggung, atau nyeri sendi mungkin membuat konsumsi obat pereda nyeri tampak seperti solusi termudah, tetapi konsumsi beberapa obat pereda nyeri yang sering atau tidak tepat dapat merusak ginjal.

Obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID) seperti ibuprofen dan naproxen dapat mengurangi aliran darah ke ginjal dan, dalam beberapa kasus, menyebabkan cedera ginjal akut. Penggunaan jangka panjang juga berkontribusi pada kerusakan ginjal.

Risiko ini meningkat ketika obat-obatan ini dikonsumsi saat tubuh dehidrasi atau selama penyakit yang disertai muntah atau diare. Orang dengan tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit jantung, atau masalah ginjal harus lebih berhati-hati.

Dr. Anandh menekankan, "Obat pereda nyeri adalah obat-obatan dan harus digunakan dengan kesadaran dan di bawah pengawasan dokter, bukan diandalkan sebagai kebiasaan sehari-hari yang sembarangan."

2. Garam Tersembunyi, Pembunuh Senyap

Banyak orang mengaitkan garam hanya dengan garam meja di atas meja makan, tetapi sejumlah besar natrium tersembunyi dalam makanan seperti acar, saus, mie instan, camilan kemasan, makanan olahan, dan makanan restoran. Makanan ini mungkin bahkan tidak terasa terlalu asin.

Natrium yang berlebihan menyebabkan retensi cairan (menahan air ekstra di dalam tubuh) dan peningkatan tekanan darah. Tekanan darah tinggi yang terus-menerus dapat merusak pembuluh darah dan struktur penyaring di dalam ginjal.

3. Makanan Ultra-proses, Bahaya Tersembunyi

Ada perbedaan besar antara konsumsi makanan kemasan sesekali dan menjadikannya bagian utama dari pola makan sehari-hari. Makanan ini biasanya tinggi natrium, karbohidrat olahan, kalori, dan lemak tidak sehat.

Seiring waktu, pola makan yang didasarkan pada produk-produk ini dapat menyebabkan penambahan berat badan, resistensi insulin (penurunan kemampuan tubuh untuk mengontrol gula darah), dan tekanan darah tinggi—yang semuanya meningkatkan risiko ginjal.

Mengganti beberapa makanan ini dengan sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, dan makanan lain yang kurang diproses dapat memperbaiki pola makan.

4. Hidrasi Tubuh; Tidak Kurang, Tidak Berlebih

Saran untuk minum lebih banyak air adalah saran kesehatan yang umum. Namun kesehatan ginjal tidak didasarkan pada prinsip "semakin banyak, semakin baik". Dehidrasi berat dapat memberi tekanan pada ginjal, terutama dalam cuaca panas, olahraga berat, atau saat sakit. Di sisi lain, minum beberapa liter air sehari tanpa alasan medis bukan hanya tidak perlu, tetapi juga belum terbukti membantu kesehatan ginjal. Cara terbaik adalah keseimbangan dalam asupan cairan.

5. Merokok, Bahaya bagi Ginjal

Merokok biasanya dikaitkan dengan kanker paru-paru, masalah pernapasan, dan penyakit jantung, tetapi ginjal juga rentan karena ketergantungannya pada jaringan pembuluh darah yang sehat. Merokok dapat merusak kesehatan pembuluh darah dan memperburuk penyakit ginjal yang sudah ada.

6. Mengabaikan Pemeriksaan Rutin

Banyak orang hanya pergi ke dokter ketika mereka merasakan ketidaknyamanan. Namun penyakit ginjal dapat berkembang tanpa gejala yang jelas, terutama pada tahap awal. Diabetes dan tekanan darah tinggi adalah penyebab paling umum dari penyakit ginjal kronis. Karena itu, pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan fungsi ginjal secara teratur, terutama bagi mereka yang berisiko, sangat penting.

Kesimpulan: Semuanya dalam Keseimbangan

Kesehatan ginjal bergantung pada keseimbangan dalam kebiasaan sehari-hari; bukan konsumsi obat pereda nyeri yang berlebihan, bukan garam yang berlebihan, bukan merokok, dan bukan mengabaikan pemeriksaan rutin. Dengan kesadaran dan memperbaiki kebiasaan ini, ginjal dapat dilindungi dan kesehatannya dapat dipertahankan.

"Laporan ini mengidentifikasi enam kebiasaan sehari-hari yang dapat merusak ginjal secara diam-diam (tanpa gejala nyeri yang jelas), menjadikannya "pembunuh senyap". Kebiasaan-kebiasaan tersebut adalah:

  • Konsumsi obat pereda nyeri yang berlebihan (terutama NSAID seperti ibuprofen).
  • Asupan garam tersembunyi yang tinggi (dari makanan olahan, saus, mi instan, dll.), yang meningkatkan tekanan darah.
  • Makanan ultra-proses yang menyebabkan obesitas, resistensi insulin, dan hipertensi.
  • Ketidakseimbangan hidrasi (baik dehidrasi maupun kelebihan cairan).
  • Merokok, yang merusak pembuluh darah.
  • Mengabaikan pemeriksaan rutin untuk tekanan darah, gula darah, dan fungsi ginjal, terutama bagi mereka yang berisiko.

Pesan utama: Kesehatan ginjal tergantung pada keseimbangan dan kesadaran, bukan ekstrem, bukan kelalaian, dan dengan pemeriksaan teratur."(Sail)