Senator AS: Trump, Presiden Paling Korup dalam Sejarah AS
https://parstoday.ir/id/news/world-i195872-senator_as_trump_presiden_paling_korup_dalam_sejarah_as
Pars Today - Senator Elizabeth Warren mengecam keras Presiden Donald Trump, menyebutnya sebagai presiden paling korup dalam sejarah AS dan menuduhnya memulai perang terhadap Iran demi keuntungan para pendukungnya di industri minyak.
(last modified 2026-08-30T04:46:56+00:00 )
Aug 30, 2026 11:41 Asia/Jakarta
  • Senator Elizabeth Warren
    Senator Elizabeth Warren

Pars Today - Senator Elizabeth Warren mengecam keras Presiden Donald Trump, menyebutnya sebagai presiden paling korup dalam sejarah AS dan menuduhnya memulai perang terhadap Iran demi keuntungan para pendukungnya di industri minyak.

Melansir dari IRNA, Minggu, 30 Agustus 2026, Warren menyatakan bahwa perang ini sangat menguntungkan para "raksasa minyak" AS yang telah mendanai kampanye Trump. Menurutnya, ketika para pendukung ini meraup keuntungan besar dari perang, adalah tugasnya untuk mengungkap dan melawan hal tersebut. Dia juga menekankan bahwa satu-satunya cara untuk menurunkan harga bensin di AS adalah dengan mengakhiri perang di Iran.

Kritik serupa juga dilontarkan oleh senator Demokrat lainnya, Chris Van Hollen, yang juga menjuluki Trump sebagai presiden paling korup dan menuduhnya mendapat untung dari "penderitaan rakyat AS" melalui perang tersebut. Van Hollen menyoroti bahwa harga bensin meroket dan tentara AS gugur, sementara Trump justru meraup keuntungan lebih dari satu miliar dolar sejak kembali ke Gedung Putih.

Tuduhan Korupsi dan Keuntungan Pribadi

Korupsi Sistemik: Senator Chuck Schumer, pemimpin Demokrat di Senat, merilis laporan yang menuduh Trump dan keluarganya secara sistematis menyalahgunakan kekuasaan presiden untuk keuntungan pribadi yang sangat besar, dengan menyebutnya sebagai "presiden paling korup dalam sejarah Amerika". Laporan tersebut mengklaim Trump sendiri telah memperoleh $2 miliar sejak 2025, dan keluarganya lebih dari $4 miliar.

Koneksi Industri Minyak: Kritik Warren selaras dengan narasi yang lebih luas bahwa kebijakan luar negeri Trump, terutama perang di Iran, didorong oleh kepentingan ekonomi para donor dan sekutunya di sektor energi.

Kecaman dari para senator ini terjadi di tengah meningkatnya kritik terhadap biaya perang di Iran dan dampaknya terhadap ekonomi domestik AS. Senator negara bagian New York, Luis R. Sepúlveda, juga menyebut Trump sebagai presiden paling korup dan memperingatkan bahwa ia sedang dalam jalur untuk menjadi seorang diktator.

Para kritikus melihat perang tersebut sebagai upaya untuk mengalihkan perhatian dari masalah ekonomi dalam negeri dan sebagai sumber kekayaan bagi kalangan dalam.(Sail)