Bagaimana Buktikan Amunisi AS Hantam Pesta Pernikahan di Kuhestak?
https://parstoday.ir/id/news/world-i196236-bagaimana_buktikan_amunisi_as_hantam_pesta_pernikahan_di_kuhestak
Kejahatan Amerika Serikat di Kuhestak, Sirik, Iran selatan, tidak lagi dapat disembunyikan dalam kerangka narasi yang saling bertentangan mengenai perang.
(last modified 2026-09-05T03:47:45+00:00 )
Sep 05, 2026 14:33 Asia/Jakarta
  • Bagaimana Buktikan Amunisi AS Hantam Pesta Pernikahan di Kuhestak?

Kejahatan Amerika Serikat di Kuhestak, Sirik, Iran selatan, tidak lagi dapat disembunyikan dalam kerangka narasi yang saling bertentangan mengenai perang.

Media, pakar, dan tokoh politik Barat satu demi satu telah menunjuk pada bukti-bukti yang menunjukkan bahwa munisi Amerika Serikat menghantam langsung pesta pernikahan tersebut dan menyebabkan warga sipil tewas serta terluka.

Reuters dalam sebuah analisis persenjataan, berdasarkan gambar dan video yang telah diverifikasi serta pendapat empat pakar independen, menyimpulkan bahwa pola ledakan dan kerusakan di lokasi kejadian sesuai dengan dampak langsung amunisi Amerika Serikat seberat 500 pon. Salah seorang pakar bahan peledak bahkan menyatakannya secara lebih tegas: “Berdasarkan keseluruhan bukti, indikasinya lebih mengarah pada penggunaan amunisi seberat 500 pon yang dijatuhkan dari udara oleh Amerika Serikat.”

Narasi tersebut juga diperkuat oleh The New York Times melalui analisis independen. Surat kabar tersebut mencocokkan citra satelit, video yang telah diverifikasi, dan puing-puing munisi, kemudian mengidentifikasi bagian-bagian yang ditemukan di lokasi sebagai bagian dari bom berpemandu JSOW buatan Amerika Serikat. Trevor Ball, mantan teknisi penjinakan bahan peledak Angkatan Darat Amerika Serikat, setelah memeriksa puing-puing tersebut, mengidentifikasi sirip belakang dan bagian-bagian badan bom sebagai bagian dari keluarga munisi tersebut.

Dua media besar Barat, dua analisis independen, serta serangkaian bukti visual dan persenjataan kini membentuk satu gambaran yang sama. Senjata Amerika Serikat menghantam sebuah bangunan tempat tinggal yang didatangi warga untuk menghadiri sebuah pesta pernikahan.

Namun, pentingnya Kuhestak tidak hanya terletak pada laporan media. Kali ini, suara para pengkritik dari dalam struktur politik dan militer Amerika Serikat juga terdengar. Wes J. Bryant, mantan pejabat Pentagon yang bertanggung jawab atas penilaian dampak terhadap warga sipil dan analis kejahatan perang, ketika ditanya apakah Amerika Serikat secara sengaja menargetkan warga sipil di Iran, menjawab: “Ya.” Ia kemudian, berdasarkan pengalamannya dalam struktur militer Amerika Serikat, mengatakan bahwa Washington dalam operasi militernya “secara sembrono dan lalai menempatkan warga sipil dalam bahaya dan membunuh mereka.”

Pernyataan ini bukan sekadar bentuk protes politik biasa. Orang yang menyampaikannya juga bukan pihak yang berada di luar struktur militer Amerika Serikat. Ia adalah seseorang yang sebelumnya bertanggung jawab di Pentagon untuk menilai dampak terhadap warga sipil. Karena itu, kesaksiannya mengenai mekanisme pengambilan keputusan dan pertanggungjawaban dalam operasi militer Amerika Serikat memiliki arti khusus.

Di tingkat politik, anggota Kongres Amerika Serikat Delia Ramirez juga mengungkapkan realitas yang sama dari sudut pandang berbeda. Setelah serangan terhadap Kuhestak, ia menulis: “Dari Palestina hingga Iran, bom-bom kami membunuh perempuan dan anak-anak yang tidak bersalah.” Ia kemudian menegaskan bahwa Kongres tidak dapat terus menutup mata terhadap “kejahatan perang Trump dan Hegseth”. Kalimat ini mungkin merupakan rangkuman paling gamblang mengenai apa yang terjadi di Kuhestak: “bom-bom kami.” Bukan bom yang tidak diketahui asalnya, bukan senjata yang sumbernya tidak jelas, melainkan bom yang disebut oleh seorang anggota Kongres Amerika Serikat sebagai milik negaranya sendiri, sembari berbicara mengenai perempuan dan anak-anak yang tewas akibat bom tersebut.

Kini, jika pernyataan-pernyataan tersebut ditempatkan secara berdampingan, gambaran yang jelas muncul. Reuters berbicara mengenai munisi Amerika Serikat. The New York Times mengidentifikasi puing-puing senjata Amerika Serikat. Mantan pakar militer Amerika Serikat mencocokkan bukti tersebut dengan sebuah bom buatan Amerika Serikat.

Mantan pejabat Pentagon berbicara mengenai tindakan Amerika Serikat yang menempatkan warga sipil dalam bahaya dan membunuh mereka. Anggota Kongres Amerika Serikat juga mengungkapkan bahwa perempuan dan anak-anak tewas akibat “bom-bom kami”. Ini bukan lagi sekadar narasi Iran mengenai sebuah serangan Amerika Serikat. Ini adalah sebuah kasus yang telah diberitakan oleh bagian-bagian dari dunia Barat sendiri, berdasarkan dokumen dan pernyataan mereka sendiri.

Kuhestak bukan sekadar nama sebuah kota di Iran selatan. Kuhestak telah menjadi sebuah bukti yang memperlihatkan kesenjangan antara klaim Barat mengenai hak asasi manusia dan realitas perang-perang Amerika Serikat. Di sini, para korban bukan berada di medan perang, melainkan di sebuah rumah, di tengah sebuah pesta pernikahan. Anak-anak dan perempuan tewas serta terluka, sementara puing-puing munisi Amerika Serikat tertinggal di antara reruntuhan.

Karena itu, dunia kini berhadapan dengan pelaku kejahatan yang tidak dapat lagi bersembunyi di balik tembok penyangkalan. Kejahatan Amerika Serikat di Kuhestak bukanlah sebuah pengecualian, melainkan wajah nyata perang-perang Amerika Serikat; perang yang di dalamnya Washington berupaya memaksakan ambisi hegemoniknya melalui pembunuhan dan kehancuran.