AS Prioritaskan Superioritas AI, Tolak Regulasi Baru
https://parstoday.ir/id/news/world-i197982-as_prioritaskan_superioritas_ai_tolak_regulasi_baru
Pars Today - Presiden Amerika Serikat sambil menekankan peningkatan negaranya di bidang kecerdasan buatan, memberitakan pembentukan pasukan khusus di bidang ini.
(last modified 2026-10-04T16:03:05+00:00 )
Okt 04, 2026 23:00 Asia/Jakarta
  • Presiden AS Donald Trump
    Presiden AS Donald Trump

Pars Today - Presiden Amerika Serikat sambil menekankan peningkatan negaranya di bidang kecerdasan buatan, memberitakan pembentukan pasukan khusus di bidang ini.

Melansir IRNA dari Bloomberg, Minggu, 04 Oktober 2026, Donald Trump, Presiden Amerika memberitakan pembentukan pasukan khusus di bidang kecerdasan buatan super canggih yang tujuannya menyelaraskan upaya pemerintah federal untuk menjamin kelangsungan keunggulan Washington di dunia di bidang ini.

Trump dalam pertemuannya dengan para direktur perusahaan yang aktif di bidang kecerdasan buatan mengatakan, "Kami telah menciptakan jarak yang sangat jauh dengan pesaing dan kami akan mempertahankan keunggulan ini."

Presiden Amerika mengumumkan pasukan baru ini akan menyelaraskan upaya pemerintah federal di bidang superintelijen dan akan bekerja sama dengan konsumen, kelompok pemangku kepentingan, organisasi keagamaan, penyedia infrastruktur vital, dan perusahaan yang aktif dalam pengembangan superintelijen.

Berdasarkan laporan ini, nama gugus tugas ini adalah "Pasukan Superintelijen"; nama yang lebih disukai Trump untuk kecerdasan buatan. Gugus tugas ini akan memiliki waktu 120 hari untuk melaporkan kepada Presiden Amerika tentang peluang dan tantangan superintelijen.

Sementara itu, Scott Bessent, Menteri Keuangan Amerika, menggambarkan peringatan sebagian tokoh terkemuka di bidang kecerdasan buatan tentang risiko eksistensial yang timbul dari teknologi ini sebagai menakut-nakuti dan tidak konstruktif dan meminta industri ini untuk melakukan pengawasan sendiri dan memberikan solusi.

Bessent dalam wawancaranya dengan "Axios" yang diterbitkan Sabtu (3/10), mengatakan, "Laboratorium-laboratorium inilah yang harus menerima tanggung jawab dan saya setuju dengan hal ini. Saya pikir laboratorium-laboratorium juga telah sampai pada pandangan ini."

Harian Wall Street Journal juga menulis, “Gugus tugas baru Gedung Putih akan menyiapkan laporan tentang risiko yang timbul dari kecerdasan buatan dan tanggung jawab yang harus dipikul pemerintah federal Amerika terhadap teknologi ini.”

Gugus tugas ini akan beraktivitas di bawah kepemimpinan Jay Clayton, Direktur Intelijen Nasional Amerika. Clayton mengonfirmasi perannya dalam wawancaranya dengan harian ini. Seorang pejabat senior Gedung Putih kepada Wall Street Journal mengatakan bahwa jabatan ini, secara praktis menjadikan Clayton sebagai pejabat senior pemerintahan Trump di bidang kecerdasan buatan.

Wall Street Journal mengutip Clayton menulis, "Presiden meminta dibentuknya kelompok yang menjamin persis apa yang ia katakan; yakni bahwa kami di bidang superintelijen tetap berada di posisi terdepan dan kepentingan rakyat Amerika diprioritaskan."

Meskipun kekhawatiran meningkat tentang risiko keamanan yang timbul dari kecerdasan buatan, Donald Trump, Presiden Amerika, telah menolak permintaan untuk memberlakukan regulasi baru. Ia sebaliknya, memprioritaskan pemeliharaan keunggulan Amerika terhadap Tiongkok dan mendukung kerangka sukarela yang mencakup audit keamanan oleh lembaga luar dan kontrol internal yang lebih kuat.

“Donald Trump mengumumkan pembentukan pasukan khusus di bidang kecerdasan buatan super-canggih bernama ‘Pasukan Superintelijen’ untuk menyelaraskan upaya pemerintah federal menjamin keunggulan Washington. Trump: "Kami telah menciptakan jarak yang sangat jauh dengan pesaing dan kami akan mempertahankan keunggulan ini." Gugus tugas akan bekerja sama dengan konsumen, pemangku kepentingan, organisasi keagamaan, penyedia infrastruktur vital, dan perusahaan pengembang superintelijen; memiliki 120 hari untuk melaporkan peluang & tantangan.”(Sail)