"Peran Murni Defensif": Prancis Bantu Lindungi Infrastruktur Energi Saudi
-
Jenderal Fabien Mandon, Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Prancis
Pars Today - Jenderal Fabien Mandon, Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Prancis mengumumkan bahwa Paris dan Riyadh sedang mengkaji berbagai opsi untuk membantu melindungi terminal minyak Yanbu di Arab Saudi.
Melansir IRNA dari Reuters, Jumat, 09 Oktober 2026, Mandon pada hari Kamis (8/10) dalam sidang dengar pendapat parlemen mengatakan, "Hal ini saat ini berada dalam tahap pengkajian bersama dengan Arab Saudi. Kami sedang mengevaluasi berbagai opsi untuk melindungi terminal Yanbu, terminal yang menjadi sasaran serangan dan vital bagi perdagangan hidrokarbon."
Ia dengan menyatakan bahwa dalam rencana ini akan digunakan peralatan dan pasukan militer Prancis, menambahkan bahwa Prancis sebelumnya telah mengirim sekitar 2.000 personel untuk membantu melindungi sekutunya di Teluk Persia termasuk Qatar dan Kuwait ke kawasan.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Prancis mengumumkan bahwa negaranya bersedia membantu melindungi infrastruktur energi Arab Saudi dalam peran yang "murni defensif".
Menurut Anadolu, seorang juru bicara kementerian ini menyatakan, "Kami siap untuk berpartisipasi dengan cara yang sepenuhnya defensif dalam melindungi infrastruktur energi, khususnya fasilitas Yanbu dan pipa Timur-Barat di Arab Saudi."
Emmanuel Macron, Presiden Prancis pekan lalu mengumumkan, "Kami mengirim pasukan dan sistem pertahanan ke Arab Saudi untuk membantu melindungi kota pelabuhan Yanbu di Laut Merah yang vital bagi transfer energi."
Pelabuhan Yanbu di Laut Merah dianggap sebagai salah satu jalur vital transfer energi dan perlindungannya dalam kondisi kawasan saat ini memiliki kepentingan yang tinggi.
Juga pipa Timur ke Barat, memindahkan minyak mentah dari Abqaiq di pesisir Teluk Persia ke Yanbu di Laut Merah dan dianggap sebagai salah satu jalur penting transfer minyak Arab Saudi untuk memutar jalur maritim Teluk Persia dan Selat Hormuz.
"Jenderal Fabien Mandon, Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Prancis, dalam sidang parlemen mengumumkan Paris dan Riyadh sedang mengkaji berbagai opsi untuk membantu melindungi terminal minyak Yanbu, Arab Saudi, terminal yang menjadi sasaran serangan dan vital bagi perdagangan hidrokarbon. Rencana ini akan menggunakan peralatan dan pasukan militer Prancis. Prancis sebelumnya mengirim ~2.000 personel untuk melindungi sekutunya di Teluk Persia (Qatar, Kuwait)."(Sail)