"Berhenti Bersekongkol dengan Pendudukan": Kritik Amnesty atas Senjata Prancis untuk Israel
https://parstoday.ir/id/news/world-i198254-berhenti_bersekongkol_dengan_pendudukan_kritik_amnesty_atas_senjata_prancis_untuk_israel
Pars Today - Organisasi Amnesty International mengkritik kenaikan ekspor peralatan militer Prancis ke Israel pada tahun 2025 dan mengumumkan bahwa nilai ekspor ini meningkat dari 16,1 juta euro pada tahun 2024 menjadi 19,8 juta euro. Organisasi ini meminta pejabat Prancis untuk menahan diri dari segala bentuk persekongkolan dengan rezim pendudukan.
(last modified 2026-10-09T06:44:11+00:00 )
Okt 09, 2026 13:25 Asia/Jakarta
  • Amnesti Internasional
    Amnesti Internasional

Pars Today - Organisasi Amnesty International mengkritik kenaikan ekspor peralatan militer Prancis ke Israel pada tahun 2025 dan mengumumkan bahwa nilai ekspor ini meningkat dari 16,1 juta euro pada tahun 2024 menjadi 19,8 juta euro. Organisasi ini meminta pejabat Prancis untuk menahan diri dari segala bentuk persekongkolan dengan rezim pendudukan.

Melansir ISNA, Jumat, 09 Oktober 2026, Al Jazeera mengumumkan, organisasi Amnesty International pada hari Kamis (8/10) dengan menerbitkan pernyataan mengumumkan bahwa nilai ekspor peralatan militer Prancis ke Israel pada tahun 2025 meningkat. Organisasi ini dalam pernyataannya yang diterbitkan kantornya di Prancis melalui akunnya di media sosial X, merujuk pada statistik yang disajikan Kementerian Pertahanan Prancis kepada parlemen pada musim panas tahun ini.

Amnesty International dengan merujuk pada kelanjutan genosida di Jalur Gaza selama tiga tahun terakhir, mengumumkan bahwa situasi ini terkait dengan kemampuan Israel untuk bersandar pada dukungan negara-negara lain, termasuk Prancis.

Organisasi ini menegaskan bahwa statistik yang diterbitkan mempertanyakan pernyataan pejabat yang mengklaim tidak ada senjata yang dijual ke Israel dan Prancis berdiri di samping rakyat Palestina.

Amnesty International juga meminta pejabat Prancis untuk menahan diri dari persekongkolan dengan rezim pendudukan dan dengan mengajukan pertanyaan mengapa meskipun Israel menikmati kekebalan penuh dari hukuman, masih terus mempersenjatai rezim ini dan berdagang dengannya, mengkritik kelanjutan hubungan ini.

Dalam kaitan ini, dua serikat pekerja "CGT" dan "Solidaires" di wilayah Seine-Saint-Denis Prancis, bersama sejumlah serikat pekerja bandara, Rabu (7/10) malam dalam pernyataan bersama mengumumkan bahwa akan ada kargo komponen mekanik untuk sebuah perusahaan Israel produsen senjata, Kamis pagi dengan penerbangan nomor AF966 maskapai Air France dari Bandara Charles de Gaulle Paris ke Tel Aviv.

Namun, maskapai Air France pada hari Kamis dalam pernyataannya kepada France Info, membantah adanya reservasi untuk kargo yang disebutkan serikat pekerja. Maskapai ini mengumumkan tidak ada reservasi yang terdaftar untuk mengangkut kargo semacam itu dalam penerbangan yang dimaksud atau penerbangan lain pada tanggal lain.

Air France juga menegaskan bahwa dalam penerbangannya ke tanah pendudukan, tidak mengangkut senjata atau amunisi dan mematuhi peraturan internasional terkait transportasi barang.

"Amnesty International mengkritik kenaikan ekspor peralatan militer Prancis ke Israel pada 2025: dari €16,1 juta (2024) menjadi €19,8 juta. Organisasi ini merujuk statistik Kementerian Pertahanan Prancis kepada parlemen (musim panas tahun ini). Amnesty: kelanjutan genosida di Gaza selama 3 tahun terkait kemampuan Israel bersandar pada dukungan negara lain, termasuk Prancis. Statistik ini mempertanyakan pernyataan pejabat yang mengklaim tidak ada senjata dijual ke Israel dan Prancis berdiri di samping Palestina."(Sail)