76 Akademisi AS-Kanada Didepak karena Bela Palestina
https://parstoday.ir/id/news/world-i198518-76_akademisi_as_kanada_didepak_karena_bela_palestina
Pars Today - Asosiasi Kajian Timur Tengah mengumumkan bahwa sejak 7 Oktober 2023 hingga kini, 76 profesor dan akademisi di Amerika Serikat serta Kanada kehilangan pekerjaan mereka karena sikap atau aktivitas yang berkaitan dengan dukungan terhadap Palestina.
(last modified 2026-10-13T04:20:57+00:00 )
Okt 13, 2026 11:18 Asia/Jakarta
  • Para pendukung Palestina di AS
    Para pendukung Palestina di AS

Pars Today - Asosiasi Kajian Timur Tengah mengumumkan bahwa sejak 7 Oktober 2023 hingga kini, 76 profesor dan akademisi di Amerika Serikat serta Kanada kehilangan pekerjaan mereka karena sikap atau aktivitas yang berkaitan dengan dukungan terhadap Palestina.

Menurut laporan IRNA dari media-media Palestina, Selasa, 13 Oktober 2026, berdasarkan laporan asosiasi ini, secara total tercatat 196 tindakan punitif terhadap akademisi dan staf pusat pendidikan, yang mencakup 76 kasus pemecatan dari pekerjaan, 59 kasus penangguhan atau larangan memasuki universitas, dan 35 kasus penyelidikan serta interogasi administratif.

Tindakan-tindakan ini mencakup orang-orang yang mengikuti demonstrasi dukungan terhadap Palestina, menandatangani pernyataan pembelaan hak-hak warga Palestina, atau menerbitkan sikap kritis terhadap pendudukan.

Menurut laporan ini, 54 persen kasus yang tercatat berkaitan dengan aktivitas yang dilakukan di lingkungan universitas tetapi di luar ruang kelas.

Asosiasi Kajian Timur Tengah memperingatkan tentang konsekuensi tindakan-tindakan ini terhadap kebebasan berpendapat dan otonomi akademik di Amerika Serikat serta Kanada.

"Asosiasi Kajian Timur Tengah mengumumkan bahwa sejak 7 Oktober 2023, 76 profesor dan akademisi di Amerika Serikat serta Kanada kehilangan pekerjaan karena sikap atau aktivitas yang berkaitan dengan dukungan terhadap Palestina. Secara total tercatat 196 tindakan punitif, mencakup 76 pemecatan, 59 penangguhan atau larangan memasuki universitas, dan 35 penyelidikan serta interogasi administratif."(Sail)